Kafe di Pinggiran Kota Malang Gaet Pengunjung (9)

Pakar Kuliner Asal Malang: Kafe Outdoor Perlu Sajikan Menu Kuliner Ini

Oct 04, 2017 17:23
Chef senior asal Malang, Karyono (foto: Wahida Rahmania Arifah/MALANGTIMES)
Chef senior asal Malang, Karyono (foto: Wahida Rahmania Arifah/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Pertumbuhan kafe-kafe di kawasan Jalan Joyo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dengan konsep interior terbuka agaknya juga perlu mempertimbangkan menu kuliner yang disajikan. Mengunjungi kafe tentu bukan saja karena interior, tetapi juga soal memanjakan lidah.

Hal tersebut diamini oleh pakar kuliner asal Malang Karyono. Menurut pria yang juga juru masak sebuah hotel berbintang di Kota Malang itu, ada beberapa menu kuliner yang pas bila disajikan di kafe bernuansa outdoor. "Iya kalau menurut saya menu kafe outdoor yang pas itu menu-menu tradisional. Misalnya saja penyetan," saran pria yang menekuni dunia kuliner sejak tahun 1990 itu kepada MALANGTIMES, Rabu (4/10/2017).

Menu penyetan yang disarankan Karyono ialah menggunakan olahan tempe. Ia menerangkan menu kuliner kafe sebaiknya mempertimbangkan potensi kuliner yang dimiliki oleh daerah letak kafe tersebut berdiri. Malang terkenal dengan produksi tempe. Karyono menyarankan menu tradisional tempe dimasukkan dalam daftar menu kafe bernuansa alam.

Rupanya bukan hanya menu tempe yang menjadi pertimbangan chef senior itu. Olahan sea food juga disarankan menjadi sajian menu kafe-kafe bernuansa alam perbukitan Kota Malang. "Menu bakar-bakar menurut saya juga cocok disajikan. Apalagi nuansa alam kan juga sangat pas. Jadi menurut saya menu ikan bakar sangat pas," lanjut dia.

Disinggung soal menu ikan bakar itu, Karyono menjelaskan banyak masyarakat Malang menggemari olahan sambal. Oleh sebab itu, akan sangat pas bila kafe-kafe outdoor di perbukitan Joyo Agung menyajikan aneka olahan sambal. "Misalnya sambal tomat, sambal terasi dan sambal bawang saya rasa akan nikmat disantap dengan ikan bakar. Apalagi nuansa kafenya suasana alam," imbuhnya.

Soal menu minuman, Karyono sepakat dengan kafe-kafe yang telah menawarkan aneka menu kopi dan jus. "Iya kalau minuman saya rasa pas kalau menu-menu berbau alam. Misalnya kopi dan aneka jus. Itu sudah pas," pungkasnya.

Pembahasan seputar gaya hidup anak muda Malang mengunjungi kafe bernuansa outdoor masih terus berlanjut. Tumbuhnya kafe-kafe di kawasan yang sebelumnya sepi dan jauh dari keramaian itu turut mempengaruhi aspek ekonomi. Bagaimana pakar menanggapi hal tersebut? Mampukah potensi kafe bernuansa alam perbukitan Kota Malang memikat banyak wisatawan? Simak ulasan lengkapnya hanya di media online MALANGTIMES. (*)

Topik
Kafe Outdoorkafe malangpakar kuliner malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru