Kafe di Pinggiran Kota Malang Gaet Pengunjung (6)

Desain Kafe Mampu Curi Perhatian, Darimana Pemilik Kafe 'Ngehits' Berburu Ide?

Oct 04, 2017 11:05
Business Development CV Klasik yang menanggani Cokelat Klasik, Camilo Colours and Garden, dan Ala Lala Cafe Lalu Wendy Wirasanjaya (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Business Development CV Klasik yang menanggani Cokelat Klasik, Camilo Colours and Garden, dan Ala Lala Cafe Lalu Wendy Wirasanjaya (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Inspirasi kafe-kafe di Jalan Joyo Agung Kecamatan Lowokwaru Kota Malang mengangkat konsep outdoor ternyata diilhami oleh sosial media dan perjalanan mereka ke sejumlah daerah di Indonesia. 

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Febry Pradhana, pemilik Bukit Delight mengungkapkan bahwa kafe yang ia rintis Oktober 2016 itu idenya ia dapat dari sosial media Pinterest.

"Idenya ya dari Pinterest dan coba-coba karena kan saya sempat belajar desain waktu kuliah," terang jebolan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang (UM) itu pada MALANGTIMES. 

Di Indonesia, media sosial Pinterest memang tidak booming layaknya Instagram, Facebook atau pun Twitter. Pinterest fokus pada segmen foto atau gambar. Media sosial ini adalah virtual pinboard. Pengguna bisa mengunggah foto atau gambar dimasukkan ke dalam kategori-kategori semacam album atau folder.

Inspirasi desain dari Pinterest itulah yang diterjemahlan Febry ke dalam interior Bukit Delight, mulai penataan meja-kursi hingga aksesori lampu dan bendera warna-warni. Selain itu, di pintu masuk kafe ada lukisan di dinding tembok. "Kalau itu mural yang dibantu sama temen," kata dia. 

Interior di Bukit Delight bukan hanya didominasi furnitur dari bahan kayu, tetapi Febry juga menambahkan perkakas bekas. Ada juga jendela berbahan kayu jati yang ia letakkan di sudut kafe. "Itu kan temboknya putih, jadi saya buat agar menarik dengan jendela bekas kayu jati," imbuhnya. 

Sementara itu, manajemen CV Klasik sebagai pemilik tiga kafe yakni Cokelat Klasik, Camilo Colours and Garden, dan Ala Lala Cafe mendapat ilham desain dari perjalanan mereka singgah di beberapa kota di Indonesia. 

Business Development CV Klasik, Lalu Wendy Wirasanjaya mengaku mereka kerap keliling kafe-kafe di luar kota. Paling sering ialah Bandung dan Bali. Pria yang akrab disapa Wendy itu tidak sendiri. Biasanya ia berdua dengan rekan kerjanya. 

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

"Karena di bisnis ini kan ada dua saya dan mas Yayan jadi kita berdua sering hunting ke luar kota. Ngafe ke beberapa tempat kayak di Bandung dan Bali," kata Wendy. 

Di dua kota itu, menurut Wendy, konsep kafe amat maju. Bukan hanya soal menu saja tetapi konsep interior yang diusung kreatif. "Gila kalau saya bilang, kalau kafe di Malang ini menurut kami masih jauhlah. Makanya, kita cari inspirasi ke luar kota kayak di Potato Head di Bali," imbuhnya. 

Potato Head and Beach Club adalah kafe yang menyuguhkan pemandangan pantai nan elok. Terletak di Jalan Petitenget No.51B, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali kafe ini sedang naik daun di kalangan anak muda. Di Instagram, banyak warganet mengabadikan momen mereka di tempat ini. 

Masih menyoal desain interior kafe-kafe di sepanjang perbukitan Jalan Joyo Agung, banyak spot-spot foto yang viral di media sosial Instagram. Ramai-ramai warganet berfoto di spot-spot kafe tersebut. 

Dimana saja kafe narsis para warganet? Lantas bagaimana komentar fotografer terhadap foto-foto para warganet tersebut? Apa saja yang perlu diperhatikan kala mengambil foto di kafe bernuansa alam terbuka? Simak ulasan menarik gaya hidup anak muda Malang itu hanya di MALANGTIMES. (*)

Topik
Kafe Pinggiran Kota MalangGaet PengunjungKafe Ngehits

Berita Lainnya

Berita

Terbaru