Kafe di Pinggiran Kota Malang Gaet Pengunjung (4)

Di Kawasan Kafe 'Ngehits' Joyo Agung, Ternyata Ada Tiga Kafe di Bawah Satu Manajemen

Oct 04, 2017 08:13
Camilo Colours and Garden, kafe yang mengusung konsep kuliner di hutan pinus itu berada satu manajemen di bawah cokelat Klasik (foto via Instagram @camilocag)
Camilo Colours and Garden, kafe yang mengusung konsep kuliner di hutan pinus itu berada satu manajemen di bawah cokelat Klasik (foto via Instagram @camilocag)

MALANGTIMES - Ada enam buah kafe di sepanjang kawasan Jalan Joyo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yakni Bukit Delight, Camilo Colours and Garden, Cokelat Klasik, Lingling Green Barn Eatery, Soima Bar and Kitchen, dan Ala Lala Cafe. Tiga diantaranya ternyata berada di bawah satu manajemen.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Tahun 2015, Cokelat Klasik mengawali geliat kafe di Jalan Joyo Agung. Kawasan jalan itu ialah areal perbukitan di pinggiran Kota Malang dan kawasan itu cukup sepi. Jangankan kafe, jarang ada penjual makanan ataupun minuman. Bila pun ada jumlahnya bisa dihitung jari. 

Lantas mengapa Cokelat Klasik berani membuka kafe di kawasan sepi dan jauh dari keramaian? Ditanya media online MALANGTIMES terkait hal ini, manajemen kafe tersenyum.

"Kita jujur nggak nyangka bisa seperti sekarang karena awalnya dulu kafenya kecil dan enggak ada konsep alam. Tapi lama-lama banyak pengunjung kita nambah-nambah lahan sampai jadi seperti sekarang," jelas Business Development CV Klasik Zainuri Ishaq.

Pria yang akrab disapa Yayan itu menerangkan animo pengunjung terjadi dua tahun belakangan. Setiap hari tak kurang dari ratusan orang rela mengantri demi minum segelas cokelat dan duduk di kafe bernuansa latar alam perbukitan itu. 

Business Development CV Klasik, Zainuri Ishaq (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)Business Development CV Klasik, Zainuri Ishaq (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

"Antrian sampai ke parkiran dan belum lagi parkiran juga penuh sesak apalagi kalau pengunjung bawa mobil," ungkap pria asal Mojokerto itu. 

Berangkat dari tingginya animo pengunjung, manajemen pun mengambil strategi. Yakni membuka dua buah kafe 'tandingan' dengan suguhan kuliner berbeda. Lokasinya tak jauh dari Cokelat Klasik. 

Di seberang jalan, berdirilah kafe bernama Camilo Colours and Garden. Di paling ujung perbukitan Jalan Joyo Agung ada Ala Lala Cafe. Konsep interior secara garis besar sama, yakni ruangan terbuka dengan sentuhan alam. 

Camilo Colours and Garden berdiri di lahan seluas 1.500 meter persegi. Memasuki kafe, nuansa interior bergaya shabby chic begitu kental. Ada kursi gantung berbahan rotan yang dicat warna putih berikut bunga-bunga cantik. Dominasi warna merah muda menambah kental kesan feminin di ruangan depan kafe. 

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Di area belakang Camilo Colours and Garden, nuansa jauh berbeda. Interior ditata sedemikian apik sehingga mengesankan ruangan makan berlatar hutan pinus. Interior ini sudah ramai menjadi buah bibir di kalangan pengguna Instagram. 

"Kalau konsep interior memang di Camilo agak beda karena ada ruangan tertutup dengan gaya shabby chic. Yang ruangan terbuka ada di bagian belakang. Bedanya lagi dengan Cokelat Klasik adalah menu kuliner di sana lebih banyak ala Western dan menonjolkan kopi," jelas Yayan yang juga membawahi manajemen Camilo Colours and Garden.

Suguhan kuliner berbeda juga dibarengi dengan segmentasi pasar. Kafe Cokelat Klasik lebih menyasar kalangan menengah bawah. Menu kuliner di Cokelat Klasik mulai Rp 8 ribu, maka Camilo Colours and Garden menyasar kalangan menengah atas. Harga kuliner di kafe itu dibandrol mulai Rp 20 sampai Rp 60 ribu. 

Masih ada satu kafe lain di bawah manajemen CV Klasik yakni Ala Lala Cafe. Terbilang anyar sebab baru beberapa bulan diluncurkan, kafe ini banyak menyuguhkan makanan cepat saji. 

Ditanya soal animo pengunjung ke kafe baru itu, Yayan tak banyak berkomentar. "Kan masih baru ya jadi ya belum banyak terlihat seperti dua kafe lain," pungkasnya. 

Masih menyoal kafe-kafe di perbukitan Joyo Agung yang semua berkonsep terbuka di alam. Bagaimana pandangan arsitek terhadap konsep yang ditawarkan kafe-kafe ini? Simak ulasan menarik seputar tren anak muda ngafe di perbukitan Kota Malang hanya di MALANGTIMES. (*)

Topik
Kafe PinggiranKota MalangGaet PengunjungCokelat Klasik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru