Kapolresta Malang AKBP Hoirudin Hasibuan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolresta Malang AKBP Hoirudin Hasibuan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mengantisipasi kerawanan saat Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Malang 2018 nanti, Polres Malang Kota memetakan tiga jenis zona. Tiga zona tersebut yakni zona aman, zona rawan 1, zona rawan 2.

Pada tiap zona tingkat pengamanannya berbeda. Untuk zona aman, setiap satu personil polisi akan memegang kendali keamanan di tiga titik Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Untuk zona rawan 1, akan dijaga satu personil yang memegang kendali dua TPS. Sementara, untuk zona rawan 2 akan dijaga satu polisi yang memegang satu titik.

"Untuk total titiknya atau TPSnya, ada sekitar 1.400 TPS. Kalau untuk zona rawan ada sekitar 21 titik, namun belum bisa saya sebut," tandas Kapolresta Malang AKBP Hoirudin Hasibuan usai rapat pengamanan Pilkada bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang.

Melihat peningkatan jumlah TPS, dari sebelumnya 1.200 menjadi 1.400, Polres Malang Kota akan menerjunkan dua pertiga dari pasukan yang dimiliki, atau sekitar 700 pasukan, baik dari unsur pengendalian masyarakat (Dalmas), personil Satlantas maupun Polwan.

"Namun dari  TNI juga akan menerjunkan sekitar 200 personil. Ada juga bantuan dari Brimob yang mengeluarkan 125 personil," ungkapnya.

Antisipasi terhadap kerawanan itu dilakukan, lanjutnya, karena kemungkinan adanya kerusuhan pada momen pilkada bisa saja terjadi.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Kerusuhan biasa terjadi pada saat pencoblosan, pengiriman surat suara, pendaftaran, dan deklarasi calon, maupun waktu rekapitulasi suara.

"Selain itu, saat kampanye, terlebih lagi saat konvoi, kami imbau agar pendukung masing-masing calon tidak berkonvoi untuk menghindari gesekan-gesekan antar pendukung," pungkasnya.