Kafe di Perbukitan Kota Malang Gaet Pengunjung (1)

Berjejer di Kawasan Joyo Agung, Kafe- Kafe ini Buat Anak Muda Malang Jatuh Hati

Oct 03, 2017 18:32
Foto via Instagram
Foto via Instagram

MALANGTIMES – Beberapa tahun belakangan, pertumbuhan kafe mewarnai Kota Malang. Kafe-kafe itu berada di pusat kota.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Di kawasan Jalan Soekarno-Hatta misalnya, sederet kafe menawarkan beragam pilihan menu kuliner. Dari menu tradisional, ala Barat, ataupun menu-menu makanan kekinian semua bisa ditemukan di kafe-kafe itu.

Bukan hanya menjual aneka makanan dan minuman, kafe-kafe tersebut juga berlomba dalam hal konsep interior. Mulai mengangkat konsep diskotik, klasik, hingga minimalis semua ada di kafe-kafe kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang.

Tiga tahun lalu anak muda boleh jadi banyak menghabiskan waktu mereka di kafe-kafe yang ada di pusat Kota Malang.

Tetapi setahun belakangan, kehadiran kafe bernuansa alam di perbukitan Jalan Joyo Agung di Kecamatan Lowokwaru merubah gaya hidup kawula muda Malang. Anak muda tergoda menikmati pesona alam perbukitan Kota Malang.

Setidaknya dari pengamatan media online MALANGTIMES, ada enam kafe yang menawarkan syahdu alam Kota Malang yakni Bukit Delight, Camilo Colours and Garden, Cokelat Klasik, Lingling Green Barn Eatery, Soima Bar and Kitchen, dan Ala Lala Cafe.

Bila meruntut makna kafe sendiri, secara harfiah kafe adalah kopi. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu berkembang menjadi tempat untuk minum-minum yang bukan hanya kopi tapi juga minuman lainnya.

Bila mengartikan makna kafe di Bumi Pertiwi, maka kafe ialah semacam tempat sederhana yang cukup menarik untuk makan makanan ringan.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Bagi masyarakat urban, kafe bukan hanya sebuah tempat tongkrongan. Penelitian yang dilakukan Salendra pada tahun 2014 yang dimuat dalam Jurnal Messenger menyebut bahwa kafe adalah media aktualisasi diri anak muda.

Eksistensi anak muda di kafe dilakukan salah satunya dengan mengupdate status. Selain itu, mengunggah foto di berbagai media sosial juga salah satu cara mereka untuk tetap eksis.

Akademisi Herlayana menemukan bahwa anak muda menyukai sesuatu yang bersifat kebendaan. Penelitian yang dilakukan tahun 2012 itu dimuat dalam Jurnal Thaqafiyaat. Ia mengungkapkan bahwa kecenderungan anak muda ini makin diperkuat dengan munculnya banyak kafe-kafe di berbagai daerah di Indonesia. Begitupun di Malang Raya.

Rasanya tak berlebihan bila kini kafe sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda atau malah anak muda itu sendiri.

Lantas mengapa enam kafe di Joyo Agung membuat anak muda sampai jatuh hati? Apa keistimewaan kafe-kafe itu?

Simak ulasan menarik mengenai kafe-kafe di kawasan perbukitan Jalan Joyo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hanya di media online MALANGTIMES. (*)

Topik
kafe malangkafe perbukitanAnak muda Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru