Horor HIV/Aids di Kota Malang (2)

Sekda Kota Malang Kaget Ada 20 PNS Kena HIV/Aids

Oct 03, 2017 18:25
foto dokumentasi MalangTIMES
foto dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Penyebaran penyakit HIV/Aids tak mengenal golongan, status, hingga pekerjaan. Bahkan di Kota Malang, penyakit akibat serangan virus itu juga menyerang pegawai pemerintah atau pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akumulasi PNS yang terjangkit HIV/Aids mencapai 20 orang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Dia tampak terkejut saat MalangTIMES mengonfirmasi data itu.

"Pertama, saya belum tahu kalau di lingkungan pemkot sebanyak itu yang mengidap HIV/Aids," ujar Wasto saat ditemui di Balaikota Malang, siang ini (3/9/2017). 

"Kedua, yang namanya penyakit kan tidak berdampak ke hak-hak ke-PNS-an mereka," tambahnya. Wasto menguraikan, pihak pemkot tidak melakukan diskriminasi tugas terhadap seluruh ASN. Terlebih jika para pegawai pemerintahan masih dapat menjalankan tugas dan fungsi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Meski demikian, hal ini juga akan menjadi perhatian khusus dari Pemkot Malang. Sebab diharapkan penyakit tersebut tidak semakin menyebar di lingkungan pemerintahan. "Bagaimana menyikapi supaya ini lebih bisa dilokalisir, dan nanti seperti apa tindak lanjutnya saya akan diskusikan dengan dinas kesehatan," tambahnya.

Wasto menjelaskan, pekan lalu Pemkot Malang telah melakukan rapat koordinasi (rakor) tahunan Komisi Penanggulangan HIV/Aids. Nantinya, hasil rakor tersebut akan ditindaklanjuti. Termasuk mengenai adanya pegawai pemerintahan yang terjangkit.

"Laporan hasil rakornya belum ada, nanti kami lihat. Pastinya pemkot konsern terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Termasuk dengan HIV/Aids," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, hampir tidak ada profesi yang steril. Dari total 3.858 penderita yang terdata sejak 2005 hingga pertengahan 2017 ini, terdapat 3.421 orang yang terkategori berdasarkan pekerjaannya yang umum seperti ibu rumah tangga, karyawan swasta, wiraswasta.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Tapi yang barangkali jarang diungkap, atau tak terduga, penderita juga ada dari anggota TNI/Polri, siswa/mahasiswa, pegawai negeri sipil hingga dosen dan guru. Bahkan jumlahnya lebih besar dari yang terdata sebagai pekerja seks komersial. Selain itu, ada juga profesi-profesi lain yang terjangkit seperti buruh kasar, petani, tukang becak, dan pekerja serabutan.

Hingga Juni 2017 ini, 219 penderita HIV/Aids baru ditemukan. Rinciannya, Januari ada 42 kasus, Februari dan Maret masing-masing 34 kasus, April 40 kasus, Mei 42 kasus, dan Juni 27 kasus. Dari jumlah itu, 63,9 persen alias 140 penderita melakukan pemeriksaan secara sukarela.

Semantara, 79 sisanya melakukan pemeriksaan atas inisiasi petugas kesetahan. Tingginya angka penderita yang terdeteksi itu menempatkan Kota Malang menjadi nomor dua tertinggi di Jawa Timur. Jumlah kasusnya berada setingkat di bawah Surabaya. 

Topik
Sekda kota malangWastokasus hiv aidsKota MalangDinkes Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru