Ingin Kenakan Batik dalam Keseharian? Ini Panduan Desainer Asal Malang

Oct 03, 2017 13:11
Fashionista di berbagai dunia saja sudah kenakan batik sehari-hari. Bagaimana dengan anak muda Indonesia? (foto: Pinterest)
Fashionista di berbagai dunia saja sudah kenakan batik sehari-hari. Bagaimana dengan anak muda Indonesia? (foto: Pinterest)

MALANGTIMES - Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober sudah berlalu. Bila kemarin banyak anak muda mengenakan kain batik, kini masihkah ada generasi milenial yang tetap bangga terhadap batik? 

Pertanyaan ini tentu akan berbeda bila diajukan kepada perancang mode. Desainer asal Amerika Serikat Donna Karan kagum akan pesona batik. Ia sampai terheran-heran melihat corak kain batik. Karena itulah, di dunia mode sudah jadi hal yang biasa mengenakan busana batik bahkan dalam berbagai kesempatan. 

Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19

Sayang memang jika kita masih kurang menghargai batik, sementara selebriti dunia malah menggemarinya. Harus diakui bahwa masih banyak yang mengenakan batik lantaran mengugurkan kewajiban berpakaian 'seragam karena bekerja di instansi pemerintah. Bukan karena kebanggaan terhadap salah satu mahakarya budaya Indonesia itu.  

Anak muda mengenakan batik sudah mulai banyak. Mereka tak malu lagi berpakaian batik seiring perkembangan mode batik. Sayang, masih bisa dihitung jari berapa jumlah kain batik di almari dibandingkan dengan koleksi fashion item lainnya. 

Hal tersebut disayangkan oleh perancang mode senior Indonesia Hermina Andreyani. Malah Hermina menyarankan agar batik dipakai anak muda di berbagai kesempatan. 

"Kenapa anak muda harus malu memakai batik? Kan itu produk dalam negeri kita sendiri yang harus kita banggakan. Apalagi di luar negeri sudah jadi perhatian dan banyak penggemarnya," komentar dia.

Oleh sebab itu, Hermina menyarankan agar anak muda banyak belajar mengenakan batik agar tetap modis dan trendi. Bukan lagi busana yang hanya bisa dikenakan pada situasi formal atau malah hanya jadi busana ke pesta pernikahan. 

Paling utama, kata Hermina, ialah pemilihan corak dan warna. Anak muda sebaiknya disarankan memilih warna cerah. Misalnya toska, orange, dan fuchsia. "Pemilihan corak batik pada model baju batik anak muda menjadi hal yang sangat penting karena akan memengaruhi penampilannya. Sebaiknya pilih warna cerah seperti warna pastel," saran pemilik sekolah mode Quinna School of Fashion itu. 

Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?

Memakai batik bagi generasi muda tidak masalah dipadupadankan dengan fashion item modern macam blazer dan cardigan. "Bisa memakai blazer dan cardigan untuk menutupi busana batik kamu supaya nggak  terlihat kaku," kata dia. 

Hermina lantas menekankan bahwa padu padan batik harus memperhatikan beberapa hal. Salah satunya paduan pakaian polos dengan rok atau celana batik dan sebaliknya. "Sebaiknya tidak main tabrak warna. Kalau atasan polos, pakai rok atau celana batik dan sebaliknya," tutur dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
hari batik nasionalDesainer Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru