Hari Batik Nasional, Malang Gali Potensi Corak Batik Kerajaan Singhasari (4-habis)

Pakar Batik Sarankan Perlu Ada Ekstrakurikuler Membatik di Sekolah

Oct 02, 2017 21:37
Maestro Batik Indonesia, Sapuan saat mengisi sebuah acara di Ubud Hotel & Cottages Jalan Sigura-gura Barat Nomor 6 Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Maestro Batik Indonesia, Sapuan saat mengisi sebuah acara di Ubud Hotel & Cottages Jalan Sigura-gura Barat Nomor 6 Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mengenakan busana bahan batik tepat pada Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober adalah salah satu bentuk kebanggaan masyarakat Indonesia.

Maestro Batik Indonesia, Sapuan menilai bahwa peringatan Hari Batik Nasional tidak cukup hanya mengenakan busana batik saja. 

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Maestro Batik Nasional itu menyarankan agar warisan budaya leluhur bangsa Indonesia itu diajarkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari ekstrakulikuler. 

"Menurut saya begini, kalau ini hanya sekedar Hari Batik Nasional dan kita pakai batik saja saya rasa sudah waktunya pemerintah ini menerapkan kebijakan agar apa yang ditetapkan UNESCO itu benar-benar menjadi warisan leluhur. Misalnya warisan batik ini kita lakukan di sekolah dengan memasukkan membatik sebagai ekstrakulikuler," saran Sapuan saat ditemui di Ubud Hotel & Cottages, Jalan Sigura-gura Barat Nomor 6 Kota Malang, Senin (2/10/2017).

Lebih lanjut ditanya prospek Batik Mandara yang memuat corak khas Kerajaan Singhasari di dunia mode, Sapuan optimis bila apa yang sudah menjadi hasil riset para akademisi dan desainer itu mampu menjadi warna baru di panggung mode baik nasional maupun internasional. 

"Kalau masalah mode menurut saya semua memang harus disesuaikan dengan pasar, anak muda misalnya. Kita tahu soal warna mereka cenderung suka warna yang lebih muda," kata dia. 

Disinggung soal nilai filosofis pada Batik Mandara yang juga menyangkut urusan warna batik, Sapuan tersenyum.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

"Ibaratnya gini kita ajarkan gitar pada anak muda, kita ajarkan esensi dasar main gitar setelah itu mereka mau improvisasi kayak apa terserah kan?," ujarnya. 

Oleh sebab itu, Sapuan menekankan bahwa apa yang ada pada Batik Mandara baik sebelas corak dengan warna yang punya nilai filosofis itu harus tetap dipertahankan.

"Ya harus ada tapi kalau masuk dunia mode sedikit ada improvisasi lah begitu karena kan harus menyesuaikan dengan pasar fesyen anak muda misalnya," tandasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
hari batik nasionalPakar Batik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru