Istimewanya Peringatan Hari Batik Nasional di Kota Malang (1)

Halaman Balai Kota Malang Jadi Catwalk Dadakan

Oct 02, 2017 18:13
Model-model memeragakan desain-desain batik dalam peringatan Hari Batik Nasional di halaman Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Model-model memeragakan desain-desain batik dalam peringatan Hari Batik Nasional di halaman Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Halaman Balai Kota Malang pagi ini berubah menjadi catwalk alias panggung fashion dalam peringatan Hari Batik Nasional. Salah satunya parade fashion puluhan desain batik asli Malang. 

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Jika selama ini batik banyak ditampilkan dalam desain sederhana, model-model batik yang diperagakan model dari Andre Modelling School tampak kekinian. Mulai dari blus berpotongan asimetris, bolero, simple dress dengan aksen layer, dan lain-lain. Juga belasan karya draping alias gaun yang menggunakan lembaran kain tanpa jahitan.

Wakil Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut Pemkot Malang berkolaobarsi dengan sektor swasta dan juga pendidikan. Yakni dengan sentra Batik Celaket serta IKIP Budi Utomo Malang. Sekitar 1.500 mahasiswa juga menyemarakkan kegiatan tahunan Pemkot Malang itu. "Peringatan yang meriah ini, kami harap tidak hanya satu gebyaran, tapi menjadi viral. Selain itu juga bukti apresiasi pemkot terhadap perajin-perajin yang terus menghidupkan industri batik," ujarnya. 

Selama ini, batik belum menjadi ciri khas Malang. Namun ke depan, pemkot akan merancang strategi agar Batik Malangan semakin dikenal. Misalnya dengan menjalin kerja sama dengan pelaku-pelaku industri pariwisata seperti perhotelan dan pusat oleh-oleh. Mereka bakal diminta mendisplai batik-batik Malangan agar lebih dikenal pengunjung. "Pemkot juga punya otoritas mengatur pasar tradisional, kami upayakan nanti di masing-masing pasar juga tersedia produk batik Malangan," terang mantan anggota DPRD Kota Malang itu. 

Peringatan Hari Batik Nasional di Kota Malang juga cukup istimewa. Beberapa tokoh nasional tampak hadir, seperti anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka, anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam, dan juga perwakilan beberapa kementerian terkait. Juga tampak hadir jajaran pejabat Pemkot Malang serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

Selain pergelaran busana, juga ada pertunjukan tari-tarian khas dari berbagai penjuru Indonesia. Di antaranya dari Banyuwangi, Nusa Tenggara, Maluku, dan lain-lain. Ketua penyelenggara acara sekaligus pengusaha Batik Tulis Celaket (BTC) Hanan Jalil mengungkapkan bahwa penghargaan terhadap batik perlu digelorakan. "Batik ini sudah menjadi bagian dari warisan dunia. Sehingga penting bagi kita untuk turut melestarikan, bukan hanya sebagai media untuk kesenian, tapi sebagai bagian dari media untuk memupuk rasa cinta kebangsaan," ujarnya. 

Untuk diketahui, UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 lalu. Sejak saat itu, Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
hari batik nasionalBalai Kota Malangpanggung fashionbatik malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru