Tujuh Orang Tewas Berjamaah di Balai Desa (6)

Kasus Tewasnya Tujuh Orang, Balai Desa Ngadas Dibongkar

Sep 30, 2017 10:29
Suasana saat evakuasi jenazah korban di kamar mayat RSSA. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana saat evakuasi jenazah korban di kamar mayat RSSA. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah tewasnya tujuh orang di dalam Balai Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, akibat keracunan gas dari mesin genset, Kepala Desa Ngadas Mujianto akan segera membongkar gedung balai desa tersebut.

Dari kepercayaan masyarakat sekitar, jika memang di suatu tempat sudah terjadi musibah, tempat tersebut tidak boleh dipakai lagi sehingga harus dibongkar. "Ya karena musibah itu, gedung akan kami bongkar karena kepercayaan adat dan kesepakatan warga mau membongkar gedung itu," ujar Mujianto saat ditemui di kamar mayat RSSA (29/9/2017).

Setelah gedung dibongkar, pemerintah desa sementara akan memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan parkir atau dimanfaatkan untuk hal lainnya sampai akhirnya nanti dibangun  pendapa. "Ini kan lagi penyelidikan polisi. Nah kalau memang sudah ada keputusan dari polisi, maka akan kami bongkar. Karena dana masih belum ada, kami manfaatkan dulu jadi lahan parkir," ungkapnya

Sebelumnya, tujuh orang ditemukan tewas di dalam Balai Desa Ngadas karena keracunan gas dari genset berkapasitas 5.000 watt. Kejadian tersebut pertama diketahui oleh dua rekan dari para pekerja tersebut yang tidak menginap di balai desa. 

Setelah mengetahui peristiwa itu, keduanya langsung melaporkan kepada kepala desa yang langsung diteruskan ke pihak kepolisian. Setelah olah TKP, ketujuh mayat dievakuasi ke kamar mayat RSSA. (*)

Topik
Tujuh Orang Tewasdi Balai DesaTragedi Gendset

Berita Lainnya

Berita

Terbaru