Tujuh Orang Tewas Berjamaah di Balai Desa (5)

Kades Sempat Mengingatkan Para Korban Agar Tak Menutup Pintu Saat Genset Menyala

Sep 29, 2017 20:30
Kepala Desa Ngadas Mujianto (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala Desa Ngadas Mujianto (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebelum ditemukan kaku tak bernyawa di Balai Desa Ngadas, Poncokusumo, tujuh korban tersebut sempat diingatkan kepala (kades) setempat agar tidak menutup pintu saat menyalakan genset.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Para korban tersebut,  lima di antaranya merupakan tukang bangunan dan dua orang yang lain adalah petugas dari Telkomsel .

Saat itu Kepala Desa Ngadas, Mujianto menyampaikan pesan tersebut usai melakukan rapat yang selesai sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu genset milik kantor desa juga menyala dan digunakan untuk rapat, namun selanjutnya dimatikan.

"Listrik sudah mati sebelumnya, makanya saya pakai genset kantor yang ada di luar.  Karena rapat selesai maka saya matikan genset kantor. Setelah itu, genset yang ada di dalam kantor milik Telkomsel itu dinyalakan sebab saat itu memang ada pembenahan," ungkapnya saat ditemui di Kamar Mayat RSSA, Jumat (29/9/2017).

Lanjutnya, setelah genset menyala selama satu jam dan muncul sinyal BTS, Mujianto akhirnya pulang. Namun sebelum pulang ia kembali lagi mengingatkan kepada petugas Telkomsel untuk tidak menutup pintu.

"Baunya kan sudah menyengat, makanya saya minta ditutup. Jawaban mereka ya oh iya pak siap, namun entah karena kecepekan atau lupa, mereka ketiduran. Saya pulang pukul 00.30 WIB dari kantor desa," jelasnya.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Setelah itu, paginya dua teman dari korban yang datang ke kantor tersebut kaget mengetahui kondisi temannya sekitar pukul 06.30 WIB sudah tidak bernyawa lagi. Lalu, ia segera memberitahu Kepala Desa yang langsung ditindaklanjuti dengan melapor ke pihak berwajib.

Sebelumnya, tujuh orang ditemukan tewas di dalam Balai Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang yang diduga disebabkan keracunan gas karbon monoksida.

Dari tujuh orang tersebut, lima di antaranya merupakan tukang bangunan yang merenovasi Kantor Desa Ngadas.

Topik
Tujuh Orang Tewasdi Balai DesaTragedi Gendset

Berita Lainnya

Berita

Terbaru