Tujuh Orang Tewas Berjamaah di Balai Desa (2)

Berikut Nama-nama 7 Orang Tewas di Balai Desa Ngadas dan Kondisinya di Lokasi Kejadian

Sep 29, 2017 13:12
Kondisi salah satu korban yang meninggal dalam posisi duduk di kursi Balai Desa Ngadas, Poncokusumo, Jumat (29/09) (Humas Polres for MalangTIMES)
Kondisi salah satu korban yang meninggal dalam posisi duduk di kursi Balai Desa Ngadas, Poncokusumo, Jumat (29/09) (Humas Polres for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejadian tewasnya 7 orang di ruang genset yang terletak di Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo dan dilaporkan sekitar pukul 07.00 WIB,  Jum'at (29/09)  ke Polsek Poncoksumo oleh Jumarto Perangkat Desa Ngadas, menggegerkan warga desa.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Dugaan sementara yang berkembang, tewasnya tujuh orang yang kesemuanya berasal dari luar desa, dikarenakan kehabisan oksigen (O2)  dan menghirup CO (karbon monoksida) di ruang genset.

Hal ini disampaikan Kasubag Humas Polres Malang Ipda Ahmad Taufik yang merilis peristiwa yang menyebabkan tujuh nyawa melayang dalam semalam.

"Itu dugaan sementara sebelum olah TKP selesai semua. Jadi belum bisa dipastikan atau disimpulkan saat ini. Kita sedang terus menyelidiki hal tersebut," kata Ahmad Taufik kepada MalangTIMES, Jumat (29/09).

Tujuh korban yang ditemukan pagi tadi bernama Nurokhim (33), Ahmad Saifudin (38), Imam Syafii (19), Irawan (35) kesemuanya warga Kpulangecamatan Poncokusumo. Sedangkan warga Turen bernama Jumadi (34) dan dua korban lain yaitu Hasrul Prio Purnomo (29) dari Kabupaten Lamongan dan Muhamad Yusuf (18) warga Klojen Kota Malang.

Menurut Kasubag Humas Polres Malang, peristiwa terjadinya ketujuh korban yang terdiri dari  2 orang petugas Telkomsel dan 5 orang pekerja bangunan Desa Ngadas, berawal Kamis (28/09) malam. 

 

​Salah satu korban meninggal akibat Gas CO.

Pada malam tersebut, sekitar pukul 20.00 WIB Balai Desa Ngadas ada acara rapat dalam pembahasan pelebaran jalan desa dengan kondisi listrik mati atau padam. Rapat dilakukan sampai pukul 23.30 WIB,  bersamaan dengan kedatangan petugas telkomsel yang akan memperbaiki tower dan tukang bangunan desa. 

Warga beserta seluruh perangkat yang hadir rapat pulang karena sudah malam dan ada petugas yang akan memperbaiki kerusakan yang menyebabkan listrik padam.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Ketujuh korban yang meminta izin menginap di balai desa dan diperbolehkan oleh Kades Ngadas, langsung bekerja memperbaiki kerusakan tersebut.

 

Korban lain akibat Gas CO

"Baru pagi harinya, perangkat desa yang heran karena 7 orang petugas belum terlihat, mencarinya. Dan menemukan 7 orang di ruang genset dalam kondisi meninggal," terang Ahmad.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan olah tempat perkara kejadian untuk memastikan kematian tujuh orang tersebut.

Topik
Polres MalangIpda Ahmad TaufikHirup Gas COKorban tewas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru