Kepala SDN Bunulrejo 3 saat menunjukan biskuit dari Dinkes (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kepala SDN Bunulrejo 3 saat menunjukan biskuit dari Dinkes (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Siswa SD Kota Malang yang memiliki badan kurus dan sangat kurus, pada September 2017 ini, mendapat tambahan makanan biskuit dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Hal ini merupakan antisipasi gizi buruk yag terjadi pada siswa. Untuk pengadaan biskuit makanan tambahan ini, Dinkes Kota Malang telah menganggarkan Rp 1,1 milyar yang disalurkan kepada 330 sekolah tingkat dasar.

"Biskuitnya sebanyak 160 ribu, yang nantinya akan dibagikan kepada 84.610 siswa. Hal ini memang merupakan upaya kami dalam mencegah gizi buruk, karena biskuit yang diberikan memiliki banyak kalori yang bisa memenuhi kebutuhan siswa," paparnya, Kamis (28/9/2017).

Lanjutnya, setiap sekolah nantinya akan mendapatkan 480 sachet biskuit. Dari jumlah itu, kemudian akan dibagikan kembali kepada sejumlah siswa yang punya berat badan kurang ideal atau kurus.

"Namun dari angka stunting siswa kurus ada sekitar 6,25 persen. Siswa juga wajib mengkonsumsi satu sachet biskuit dalam satu harinya, satu sachet biskuit mengandung 300 kalori atau sekitar 15 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG)," ungkapnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Sementara itu, salah satu kepala sekolah, yakni Kepala SD Negeri Bunulrejo 3, Slamet Darmadji mengungkapkan, pihaknya mendapatkan biskuit dari dinkes sebanyak 24 kardus. 

Rencananya, diberikan kepada 16 siswa berbadan kurus selama 51 hari tanpa putus. "Nanti kita timbang dulu berat badannya. Kami hanya diperintah mengambil biskuit dan memberikan kepada siswa selama 51 hari tanpa berhenti," jelasnya, Kamis (28/9/2017).

Ia juga menyampaikan, akan ada standar berat badan yang harus mendapatkan biskuit. Saat ini pihaknya tengah menunggu petunjuk teknis dari dinas kesehatan. "Berat minimal berapa, kami menunggu dari dinkes nanti," pungkasnya.