Mogok Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (20)

Muncul Petisi Dukungan Transportasi Online, Hasilnya Tak Terduga

Sep 28, 2017 15:36
Tangkapan layar petisi yang dibuat warganet untuk mendukung keberadaan transportasi online di Kota Malang.
Tangkapan layar petisi yang dibuat warganet untuk mendukung keberadaan transportasi online di Kota Malang.

MALANGTIMES - Keberadaan angkutan kota (angkot) di Kota Malang tampaknya memang mulai ditinggalkan penggunanya. Faktor kenyamanan menjadi pertimbangan konsumen untuk beralih ke aplikasi transportasi. Mogok massal yang dilakukan ratusan sopir angkot Selasa (26/9/2017) lalu membuat warga semakin tidak simpati. 

Bahkan saat ini ribuan warga tengah menggalang dukungan membuat petisi dukungan agar transportasi online tetap eksis di Kota Malang. Sejak dua hari lalu atau di hari yang sama saat aksi mogok massal dilakukan, seorang warganet (netizen) membuat petisi melalu laman change.org atau laman khusus utuk kampanye, memobilisasi dukungan, dan bekerja dengan pengambil keputusan untuk mencari solusi.

Petisi berjudul 'AREMA?? Apa Kalian Butuh Angkutan Online??' itu dibuat oleh pemilik akun Erlin Ditasari dan ditujukan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Berawal dari satu tanda tangan, dalam dua hari petisi itu memperoleh lebih dari lima ribu pendukung. Pada saat MalangTIMES membuka laman tersebut sekitar pukul 13.00 siang ini (28/9/2017) telah terkumpul 5.337 tanda tangan.

Erlin menguraikan mengenai kondisi konsumen di tengah polemik antara angkot dan transportasi online di Kota Malang. "Warga Malang beberapa hari ini dihadapkan dengan banyak kekhawatiran, demo angkutan kota yang dilanjutkan dengan aksi mogoknya, dan juga pemberhentian angkutan online, yang mana telah memudahkan akses banyak pihak. Saya mengajak warga Bumi AREMA, dengan pikiran tenang dan hati bersih untuk memilih yang terbaik untuk kota tercinta ini," tulisnya.

Menurutnya, angkutan online memberikan servis yang jauh lebih baik selama ini, bila dibandingkan dengan sarana yang sudah ada sebelumnya. "Tandatangani petisi ini, bila Anda memilih untuk terus ingin menikmati beragam fasilitas yang diberikan pada jasa angkutan online. Terima kasih atas partisipasinya, Salam satu jiwa! Arema!" tambahnya dalam menggalang dukungan. 

Selain tanda tangan, banyak pula pendukung yang mengungkapkan alasan ingin mempertahankan keberadaan transportasi online. Misalnya pemilik akun Agustina Widyastuti. Menurutnya, globalisasi tidak bisa dihindarkan. Agustina menambahkan, perubahan ke era digitalisasi sangat diperlukan demi kemudahan di era sekarang ini. "Semoga Pemkot Malang bisa menengahi masalah ini," harapnya. 

Sementara pemilik akun Surya Afandy mengaku mendukung petisi karena kecewa terhadap angkot konvesional dan taksi konvesional. "Banyak yang semena-mena terhadap penumpang. Mengapa pemkot malah membelanya? Takut karena ada mafia di balik angkot dan taksi konvesional?" tulisnya.

Akun Reyhan Ammar mengungkapkan bahhwa angkot juga harus berani bersaing. Menurutnya, persaingan yang sehat tidak dengan cara harus membunuh/menutup pesaingnya. "Tapi coba intropeksi dengan kekurangan-kekurangan pada pihak yang bersangkutan dan bagaimana cara meningkatkan kualitas," tegasnya. 

Pendapat lain dari akun Adityo Adityo, merasa bahwa dalam mengambil keputusan maka Pemkot Malang juga harus memperhatikan pendapat konsumen. "Suara pengguna wajib didengarkan dalam setiap mediasi. Kami berhak untuk memilih transportasi apa yang kami kehendaki tanpa ada intervensi dari kelompok manapun. Kenyamanan pelanggan adalah nomor satu," tulisnya. 

Topik
angkot mogokDemo Angkottransportasi onlineKota Malangtransportasi online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru