Mogok Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (18)

Blunder, Pernyataan Wawali Dijadikan 'Senjata' Menutup Aplikasi Transportasi Online

Sep 27, 2017 21:32
Wakil Walikota Malang Sutiaji saat menemui ratusan sopir angkot yang menggelar unjuk rasa di depan balaikota, kemarin (26/9/2017) (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Wakil Walikota Malang Sutiaji saat menemui ratusan sopir angkot yang menggelar unjuk rasa di depan balaikota, kemarin (26/9/2017) (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada yang menarik dalam rapat koordinasi mengenai keberadaan transportasi berbasis aplikasi yang berlangsung di Balaikota Malang, siang tadi (27/9/2017). Yakni para sopir angkutan kota (angkot) menjadikan pernyataan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji sebagai 'senjata' untuk mendesak pihak-pihak berwenang memberangus operasional transportasi online. 

Para perwakilan sopir menyatakan bahwa Sutiaji telah menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menutup sementara operasional transportasi online hingga ada kejelasan aturan dari pemerintah pusat. Dia meminta penutupan segera dilakukan hari ini juga.

Bahkan Roni mengungkapkan, sementara rapat koordinasi berlangsung, ada beberapa kali gesekan yang terjadi antara transportasi konvensional dengan pengemudi ojek online.

"Pertemuan dengan Wawali (Sutiaji, saat demo kemarin 26/9/2017) hasilnya positif, tapi saat ini negatif lagi," ujar Tim Advokasi Forkot Roni Agustinus. 

Hal senada disampaikan Nur, salah satu perwakilan sopir. Nur juga menuntut pemkot menepati janji. Menurutnya, pemkot menjanjikan pemasangan spanduk larangan operasional di delapan zona khusus.

Namun hingga saat itu tidak direalisasikan. Dia juga meninta ada tindakan konkret setelah koordinasi, agar tidak berakhir sebagai wacana seperti hasil koordinasi-koordinasi sebelumnya.

"Kami minta (kantor aplikasi transportasi) ditutup hari ini juga. Pak Sutiaji sudah bilang gitu. Kalau hari ini nggak ada keputusan, kami minta izin boikot dan bertindak sendiri," ujar Nur.

Pernyataan itu mendapat sambutan riuh dari sopir angkot lain. Akhirnya mereka keluar dari ruangan karena merasa tidak mendapat ketegasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan sopir angkot melakukan aksi mogok massal kemarin (26/9/2017) menuntut pelarangan taksi online di Kota Malang. Sutiaji sempat menemui massa dan memberitahukan rencana rapat koordinasi untuk membahas tuntutan mereka.

Dalam pertemuan itu hadir perwakilan Forum Angkutan Kota (Forkot) Malang, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Malang, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Dishub Kota Malang, serta Sat Lantas Polres Malang Kota.

Dimulai pukul 11.00 pembahasan berlangsung cukup panas. Sebab para perwakilan ngotot agar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil keputusan agar operasional transportasi online ditutup. 

Sayangnya Sutiaji maupun Wali Kota Malang Moch Anton tidak hadir dalam mediasi itu. Selain dishub, hadir pula Sekda Kota Malang Wasto.

Namun, Wasto hanya berjanji menampung semua tuntutan mereka. "Kami tidak punya kapasitas untuk memutuskan, mengiyakan atau menolak. Tapi, kami akan tampung semuanya," ujar Wasto. 

Mengenai ungkapan Sutiaji pada para sopir yang dijadikan dasar mereka 'ngotot' dalam mediasi itu, Wasto mengaku belum mengetahui. Yang pasti, belum ada  keputusan resmi Pemkot Malang yang tertulis mengenai operasional transportasi online. "Soal pernyataan Wawali Sutiaji, nanti juga akan kami tanyakan dulu," terangnya. 

Sementara itu, melalui akun Twitter resmi @sutiaj1, Wawali Kota Malang Sutiaji membantah mengeluarkan pernyataan soal penutupan kantor dan operasional transportasi online. "Ada beberapa media yang 'menyesatkan'. Saya tidak pernah bilang menutup angkutan berbasis online," tulisnya. 

"Kantor mereka menutup sendiri sesaat demi saling menjaga dan menghormati. Hari ini masih ada musyawarah. Pemkot tetap mengacu pada regulasi. Pemkot harus memberikan jaminan juga kepada pengguna online keamanan dan kenyamanannya. Kami tidak mau masyarakat berantem sendiri," pungkasnya. 

Topik
angkot mogokDemo Angkottransportasi onlineKota Malangtransportasi online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru