Mogok Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (16)

Sopir Angkutan Berbasis Online Mengalah, Mereka Pilih Angkut Makanan dan Barang

Sep 27, 2017 20:13
Layanan transportasi online Gojek (Foto: otomania)
Layanan transportasi online Gojek (Foto: otomania)

MALANGTIMES - Meskipun kantor angkutan berbasis online telah ditutup namun masih ada beberapa armada yang nekad beroperasi. Namun mereka tidak mengangkut penumpang seperti biasanya.

Seperti yang dilakukan oleh sopir Go-Jek yang tidak ingin disebutkan namanya ini, dia selama dua hari belakangan memang masih beroperasi. Namun sengaja tidak mengangkut penumpang. Dia hanya melayani pesan antar makanan saja atau yang lebih dikenal dengan Go- Food.

Baca Juga : Dugaan Monopoli Penyelenggaraan Even di Disparbud Mencuat, Event Organizer Plonk Pilih Bungkam

"Ya, cari aman saja mbak. Biar tetap berpenghasilan ya saya Go Food saja," ujar pria berbadan tinggi tegap ini.

Berbeda dengan sopir Grab, jika sopir Gojek memilih melayani GoG Food dan pelayanan lain, sopir grab pun memilih melayani GrabExpress. Yaitu pelayanan antar paket barang di area Malang Raya.

"Yang nggak dibolehin kan ngangkut penumpang. Kalo ngangkut barang kan nggak apa-apa," kata salah seorang sopir Grap yang ditemui MalangTIMES di kawasan Sawojajar.

Baca Juga : Transparansi Anggaran Disparbud Dipertanyakan, Pemkab Malang jadi Paling Disorot

Meski begitu, sopir-sopir kendaraan berbasis online ini memilih tidak menggunakan atributnya demi menjaga keamanan diri. Hal ini dilakukan, sebab sopir angkutan kota (angkot) menuntut pemerintah untuk menutup angkutan berbasis online ini di Kota Malang.

Topik
angkot mogokDemo Angkottransportasi onlineKota Malangtransportasi online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru