Demo Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (10)

Wawali Malang Nilai Sopir Angkot Tak Paham Tupoksi Pemerintah

Sep 26, 2017 19:47
Wakil Wali Kota Malang Sutiaji (membawa microphone) tengah menemui pendemo usai hearing dengan perwakilan masa aksi. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sutiaji (membawa microphone) tengah menemui pendemo usai hearing dengan perwakilan masa aksi. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Aksi unjuk rasa sopir angkutan kota (angkot) dan beberapa sopir taksi konvensional di depan Balaikota, Selasa (26/9/2017) ditemui Wakil Wali Kota Malang Drs Sutiaji di Balaikota Malang.

Salah satu tuntutan penting para sopir angkot tersebut adalah transportasi online harus ditutup oleh Pemerintah Kota Malang. Menanggapi hal itu, Sutiaji menganggap para sopir angkot tersebut belum paham akan tugas pemerintah.

"Kalau menutup transportasi online tersebut pemerintah jelas tidak bisa karena ini berlaku secara nasional. Sudah ada portalnya sendiri. Yang harus diingat bahwa permasalahan ini adalah permasalahan nasional,"ujar Sutiaji.

Meski begitu Sutiaji tetap memerintahkan angkutan berbasis online ini untuk sementara tutup dan tidak beroperasi selama waktu yang tidak ditentukan. Sebab, sementara hanya langkah inilah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini.

Sutiaji menjelaskan, langkah ini diambil berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

"Dasarnya juga berdasarkan PP No.74 tahun 2014, turunannya Permen 32 tahun 2013 yang direvisi yang saat ini masih diatur Mahkamah Agung (MA). Jadi pemberlakuannya setelah status quo sekitar bulan November," jelas Sutiaji.

Yang menjadi permasalahan saat ini, lanjut Sutiaji,  adalah angkutan-angkutan online yang tidak memiliki izin. Maka, harus ada peraturan yang mengatur keberadaan angkutan umum online tersebut.

"Besok perlu bertemu dengan Pemprov untuk konsultasi. Kami akan undang juga perwakilan sopir angkutan umum. Nanti baru dibuat aturan Perda atau Perwali sehingga kami bisa menindak karena punya dasar yang jelas," tandasnya.

Sementara itu, menurut pantauan MalangTIMES kantor-kantor transportasi online mulai tutup dengan penjagaan ketat dari kepolisian.

Topik
angkot mogokDemo Angkottransportasi onlineKota Malangtransportasi online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru