Mogok Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (7)

Lagi-lagi, Demo Angkot di Kota Malang Besok Terancam Batal, Kenapa?

Sep 25, 2017 17:53
Demo sopir angkot yang dilakukan beberapa bulan lalu (Dok/MalangTIMES)
Demo sopir angkot yang dilakukan beberapa bulan lalu (Dok/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lagi-lagi, demonstrasi sopir angkutan kota (angkot) yang rencana digelar secara besar-besaran sebagai protes atas kehadiran transportasi onlinedi Kota Malang kembali terancam batal.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Pasalnya, saat ini Pemkot Malang sedang berusaha melakukan negosiasi dengan para pelaku transportasi konvensional ini agar aksi mogok seperti yang terjadi sebelumnya batal dilakukan.

Hal ini ditegaskan Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Malang Rudi Soesamto yang mengakui bahwa belum ada kepastian 100 persen bahwa akabar rencana demonstrasi sopir angkot di Kota Malang yang menyebar ke publik itu jadi dilaksanakan.

Menurutnya, saat ini masih dilakukan negoisasi oleh Pemkot Malang agar paguyuban sopir angkot menunda aksinya.

"Karena ada undangan dari Pemkot Malang satu jam yang lalu untuk membahas masalah ini (angkot) hari Rabu lusa di Balaikota. Sekarang ini masih negoisasi," ungkap Rudi melalui pesan WhatsApp.

Rudi juga menunjukkan surat undangan yang ditandatangani oleh Sekda Kota Malang Wasto untuk kegiatan tersebut.

Disebutkan dalam surat bernomor 550/2856/35.73.310/2017 itu bahwa yang akan dibahas perihal operasional angkutan sewa khusus, terutama transportasi online.

Kepala Dishub Kota Malang Kusnadi mengungkapkan, jika negoisasi tersebut tidak berhasil dan besok tetap dilaksanakan aksi mogok massal, pihaknya mengimbau agar para sopir tidak bertindak anarkis. Dia meminta semua pihak menjaga kondisi Kota Malang agar aman dan kondusif.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

“Jadi saya sudah koordinasi dengan Pak Sekda (Wasto) segera dalam minggu ini akan dikumpulkan semua. Mulai forkot (forum paguyuban angkot) organda, dan taksi konvensional," ujar Kusnadi.

Dia menambahkan, pihak Dishub Provinsi Jatim juga bakal diundang untuk memberi penjelasan langsung terkait perizinan transportasi online.

"Karena soal izin dan pennyelenggaraan taksi online ini merupakan ranah dari provinsi. Untuk melarang (operasional transportasi online) bukan ranah pemkot," tegasnya.

Namun demikian, baik Pemkot Malang maupun aparat kepolisian mengimbau masyarakat Kota Malang khususnya yang biasa memanfaatkan jasa angkot sejak pagi hari diimbau tetap menyiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. Termasuk jika aksi mogok para sopir angkot itu jadi dilakukan.

Berdasarkan penelusuran MalangTIMES, persiapan serupa juga dilakukan oleh para relawan dan masyarakat yang siap membantu mengantar para penumpang yang terlantar akibat tidak beroperasinya para sopir angkot ini.

Mereka menyiapkan diri untuk langsung terjun ke lapangan jika demonstrasi besar-besaran yang direncanakan digelar di depan Balaikota Malang besok berjalan sesuai rencana.

Topik
demo angkot di malang 2017angkot mogokDemo Angkottransportasi onlineKota Malangtransportasi online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru