Mogok Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (3)

Polisi Ancam Tindak Tegas Sopir Angkot yang Sweeping Transportasi Online

Sep 25, 2017 15:06
Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Dodot Dwiant (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Dodot Dwiant (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Demontrasi besar-besaran para sopir angkutan kota (angkot) yang rencana digelar di depan DPRD Malang dan Balaikota Malang, Selasa (26/9/2017) dipastikan akan mendapat pengawasan khusus dari Polresta Malang.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Tidak hanya melakukan pengawasan dan pengamanan, petugas juga mengancam akan menindaktegas aknum sopir angkot yang melakukan sweeping seperti yang terjadi sebelumnya kepada para pengemudi transportasi online. 

Sebab, tindakan ini menurut petugas merupakan aksi main hakim sendiri dan jelas melanggar ketentuan hukum dan meresahkan masyarakat sehingga pelakunya harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Kalau memang mau demo, menyampaikan aspirasi ya demo saja, jangan sampai sweeping, nanti akan kami tindak," ujar Kabag Ops Polres Malang Kota, Kompol Dodot Dwianto kepada MalangTIMES, Senin (25/9/2017).

Untuk mengamankan aksi unjuk rasa di lokasi, lanjutnya, Polresta Malang akan menerjunkan 600 personel gabungan yang disebar ke sejumlah titik kerumunan massa. 

Tidak hanya itu, pihaknya sudah siap melakukan pengamanan sampai kepada hal terburuk, seperti terjadinya kerusuhan saat unjuk rasa berlangsung.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

"600 personil  akan kami diterjunkan, mengawasi para pendemo agar tertib dalam menyampaikan aspirasinya, jangan sampai anarkis. Oleh karena itu, kami akan tetap waspada menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi," paparnya saat diwawancarai MalangTIMES, Senin (25/9/2017)

Lanjutnya, selain personel, Polres Malang Kota juga menerjunkan armada yang dimiliki, seperti bus, truk serta kendaraan roda dua yang dimiliki tiap-tiap Polsek.

"Masing-masing polsek juga kami perintahkan untuk mengeluarkan armada pengamanan, setiap polsek dua, nah belum lagi armada dari instansi lain, jadi pastinya lebih dari 10," ungkapnya

Sementara itu, surat resmi dari gabungan paguyuban pengemudi angkot, telah keluar dan sepakat untuk melakukan aksi unjuk rasa pada 26 September 2017 menuntut realisasi hasil notulesi rapat pada 7 Maret 2017 yang dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Malang, Dishub Kota Malang, Dishub Provinsi dan juga jajaran anggota Polres Malang Kota. 

Topik
demo angkot di malang 2017Sopir Angkot mogokAngkot Kota Malangtransportasi onlineDemo Sopir AngkotPolres Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru