Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Hadi Puspita (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Hadi Puspita (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang melalui leading sector Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kian getol menggencarkan program Contraceptive For Women At Risk (Contra War) guna menekan angka kematian ibu dan bayi beresiko tinggi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang, Hadi Puspita mengatakan program ini bertujuan memberikan layanan Keluarga Berencana (KB) bagi Wanita Usia Subur (WUS) beresiko tinggi untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Malang.

"Jadi Contra War ini merupakan kontrasepsi yang tepat bagi wanita yang beresiko tinggi," kata Hadi saat ditemui MalangTIMES dalam peresmian Kampung KB di Dusun Gagar, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang.

Untuk menekan polemik itu, pihaknya mencoba menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa kontrasepsi itu tidak sekadar untuk menjarahkan kehamilan atau persalinan. Akan tetapi untuk mengatur kehamilan wanita beresiko tinggi disebabkan karena adanya faktor potensial penyakit.

"Misalkan si ibu memiliki penyakit sesak nafas dan TBC ini tidak boleh hamil dan melahirkan. Kalau dia hamil pasti beresiko tinggi," terangnya.

Kalau wanita beresiko tinggi ini tetap hamil, maka konsekuensinya mereka ketika melahirkan akan bereiko mengalami kematian baik dari ibunya maupun bayi tersebut.

"Maka sebelum wanita beresiko ini hamil, kita sembuhkan dan dicegah dengan kontrasepsi yang tepat dan tidak menggangu penyakit tersebut," paparnya.

Karena itu program Contra War ini pihaknya lebih fokus penerapannya pada wanita beresiko tinggi tersebut.

"Skala prioritas Contra War bagi mereka yang berpotensial penyakit, bukan wanita subur yang sehat. Makanya kita berikan pemahaman kepada masyarakat untuk memakai kontrasepsi yang tepat guna mencegah kematian ibu hamil dan anaknya," ujarnya.

End of content

No more pages to load