Mahasiswa ITN yang mendapatkan arahan dari asesor dan sekjen IAP Jatim. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Mahasiswa ITN yang mendapatkan arahan dari asesor dan sekjen IAP Jatim. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang program Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) yang akan menjadi planner baru mendapat wejangan dari dosen sekaligus asesor Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jatim Ibnu Sasongko di ITN (23/9/2017).

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Dalam arahannya, Ibnu mengungkapkan mahasiswa harus belajar dan bisa menerapkan keilmuan mereka. Apalagi, ada kehidupam luar yang sebenarnya setelah lingkungan kampus. Bahkan, dia menegaskan sarjana bisa disebut profesional manakala bisa dan benar-benar menerapkan ilmu mereka di lingkungan masyarakat.

"Dunia itu berputar dan terbalik. Dua tahun lagi dan seterusnya, bisa saja semua jadi orang profesional. Yang dulu mahasiswa, akhirnya membutuhkan bantuaan dosen dalam ranah profesional. Yang dosen juga bisa saja butuh bantuan dari yang dulu mahasiswa kini jadi profesional," ucap Ibnu.

Dalam perkembangannya, sebagai putra daerah masing-masing, semua juga harus bisa berkontribusi atau memberikan sumbangsih kepada daerah masing-masing dengan berbagai bentuk yang bisa bermanfaat bagi khalayak. Selain itu, dalam kontribusi, juga harus dipikirkan dampak maupun efek yang didapat oleh pengaplikasi. Dampaknya banyak hal, bisa saja mulai dari ekonomi maupun bidang lainnya.

"Seperti halnya Surabaya. Saya kebetulan team leader-nya. Mengerjakan perencanaannya hampir dua tahun nggak selesai. Selain permintaan banyak, juga perekembangannya juga cukup cepat," ungkap Ibnu. /p>

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Menurit Ibnu, di Surabaya dan kota sekitarnya, banyak sekali segala kawasan industri. Sedangkan daerah industri lainnya kurang merata. "Yang butuh apa ke Surabaya ada. Dari Probolinggo, kebutuhan regionalnya ke Surabaya. Dari Jember ke Surabaya. Sehingga hal ini dampaknya menyebabkan ketergantungan antar-regional bisa hilang dan ini tidak bagus," tandasnya

Dengan hal ini, para planner diharapkan  bisa memberikan manfaat yang benar-benar dipikirkan, baik itu dampak yang bermanfaat dan pengaruh dalam berbagai hal dalam level positif, entah itu ekonomi maupun hal lainnya.

"Mau ke Surabaya, kan sudah banyak dibangun tol yang jelas lancar. Yang di situ sedikit menimbulkan dampak, dimana semua berpusat ke Surabaya, sehingga orang kebanyakan tidak banyak yang transit di kota yang dilewati, dan ini sedikitnya menimbulkan dampak yang kurang baik," pungkasnya. (*)