Menguak Aktivitas Kos Bebas di Kota Malang (7)

Kos Tanpa Induk Semang Picu Kasus Bayi Lahir di Luar Nikah

Sep 23, 2017 08:26
foto dokumentasi MalangTIMES
foto dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menengarai maraknya fenomena kos bebas menjadi salah satu pemicu tingginya angka kematian bayi yang tidak diinginkan. Sebagian besar bayi yang mati itu sengaja dibunuh ibunya karena lahir di luar nikah.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana (DP3A-P2KB) Kota Malang mengungkapkan bahwa keberadaan induk semang atau pengelola kos-kosan sebenarnya sangat penting untuk meminimalkan kejadian kehamilan akibat hubungan bebas di rumah kos. Namun sayangnya, selama ini belum ada perhatian khusus dari Pemkot Malang untuk hal tersebut. 


Karena itu, pemkot melakukan terobosan pencegahan agar kasus-kasus yang sudah terjadi tidak terulang lagi. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi ke pemilik kos. Kepala DP3A-P2KB Kota Malang Penny Indriani mengatakan, pencengahan bisa dilakukan dengan mendekati pemilik kos-kosan. "Dari data kematian bayi, banyak yang meninggal di kos-kosan karena hamil di luar menikah," ujar Penny.

Menurut dia, pemilik kos-kosan harus peka dan perhatian kepada anak-anak kosnya. Ke depan, induk semang diminta proaktif untuk berkoordinasi dengan dinas, pihak kelurahan, atau polisi. Terutama saat mendapati perilaku yang aneh serta tanda-tanda anak kos mengandung di luar nikah. "Kami ingin memberikan edukasi ke pemilik kos, mulai dari upaya pencegahan awal hingga penanganan jika ada kasus kehamilan tidak diinginkan. Langkah ini kami harap bisa membantu pencegahan kematian bayi," urainya. 

Berdasarkan data MalangTIMES, sepanjang 2017 ini setidaknya ada lima kejadian bayi dibuang di wilayah Kota Malang. Terbaru, awal September lalu, warga Karang Besuki, Sukun, dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang masih lengkap dengan tali pusar di sungai. 

Diduga, dari kondisi jasadnya, bayi yang beum diketahui jenis kelaminnya itu langsung dibuang sesaat setelah dilahirkan. Kondisi jasad bayi sangat memprihatinkan karena penuh luka akibat benturan batu sungai.

Kejadian lain yang juga menarik perhatian, Juli lalu mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang menggeletakkan mayat bayinya dalam kardus di rumah kosnya. Kos tersebut berada di Ketawanggede, Lowokwaru. Lokasi kos tersebut berada di antara dua PTN besar. Saat MalangTIMES ke lokasi, warga setempat mengungkapkan bahwa kos tersebut khusus putri, tetapi cenderung bebas karena tidak ditunggui induk semangnya. 

Penny menguraikan, pihaknya telah mengajukan anggaran Rp 100 juta dalam APBD Perubahan 2017. Dana itu untuk kegiatan sosialisasi kepada para pemilik kos. "Walau kecil, itu untuk awal. Tahun depan juga akan kami anggarkan," terangnya. 

Saat ini, pihaknya menunggu pengesahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk perubahan anggaran keuangan Kota Malang. Jika kegiatan sosialisasi itu di-acc, maka akan segera dilakukan dalam waktu dekat. 

Dari hasil sosialisasi itu, Penny berharap pemilik kos ikut serta menekan angka kematian bayi. Jika ada anak kosnya yang ketahuan hamil besar, pemilik kos diimbau untuk memberikan pertolongan agar proses persalinan lancar dan tidak menghakimi dahulu. "Saya kira untuk saat ini pemilik kos kurang perhatian. Namun beberapa kos-kosan memberlakukan aturan ketat seperti jam malam," kata dia.
Penny menambahkan, pasangan pernikahan dini di Kota Malang mayoritas karena by accident atau hamil terlebih dahulu. Faktor penyebabnya karena seks bebas. Jumlah pasangan pernikahan dini di Kota Malang hingga Agustus 2017 ini mencapai 14 pasangan. Mereka menikah di bawah usia 18 tahun. 

Dari lima kecamatan, hanya Kecamatan Klojen yang nihil kasus tersebut. Semetara paling tinggi terjadi di Kecamatan Sukun dengan 6 pasangan, Kecamatan Blimbing dan Kedungkandang terdapat 3 pasangan, dan Kecamatan Lowokwaru ada 2 pasangan. "Kami harap semua dapat dibatasi, baik angka pembuangan bayi maupun pernikahan dini," pungkasnya. (*) 

Topik
Menguak Aktivitaskos bebasKota MalangKasus Bayi LahirLuar Nikah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru