Dinas Pertanian Kabupaten Malang saat melakukan pertemuan dengan kelompok tani Mulya, Desa Tawangargo, Karangploso (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Dinas Pertanian Kabupaten Malang saat melakukan pertemuan dengan kelompok tani Mulya, Desa Tawangargo, Karangploso (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES- Berhasil tingkatkan panen bawang merah, Dinas Pertanian Kabupaten Malang ingin mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) ikut mengenalkan hasil dari kelompok tani daerah yang dipimpin oleh Rendra Kresna tersebut.

Saat MalangTIMES menghadiri panen raya bawang merah yang ada di Desa Tawangargo, Karangploso, Kepala Dinas Pertania Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid datang langsung dan melihat perkembangan yang sudah diraih oleh kelompok tani (poktan) Mulya.

Saat ini menurut Nasri, pengenalan untuk produk tani yang dihasilkan di Kabupaten Malang belum cukup dikenal masyarakat luas, khususnya di luar Malang.

Melihat perkembangan yang diraih Kabupaten Malang di bidang pertanian, sudah seharusnya bisa merambah ke ekspor. Karena selama ini bawang merah dan cabe cukup sukses diproduksi namun kurang dalam penjualan.

"Menurut saya bawang merah dan cabe sukses dalam produksi tapi gagal di penjualan. Kami berharap produk asli Kabupaten Malang bisa sering dikenalkan, utamanya di online, karena dengan itu bisa menambah tingkat penjualan," papar Nasri.

Kualitas hasil pertanian yang dihasilkan oleh petani Kabupaten Malang cukup bagus, bahkan sempat ada statement yang mengatakan bahwa kopi Malang bisa menjadi penguat devisa.

Untuk meningkatkan hasil produk petani, Nasri Abdul Wahid mengharapkan mahasiswa KKN dapat membantu memproduksi alat untuk para kelompok tani.

"Saya ingin ada tantangan dari mahasiswa yang mungkin bisa membuat mesin untuk membantu para petani dalam mengembangkan usahanya. Mungkin saya bisa membantu dalam pendanaan, karena menurut saya dari mahasiswa tersebut bisa memunculkan ide baru, tentunya untuk semakin membuat maju petani," tutur Nasri.

Lebih lanjut, Nasri akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang mampu membuatkan hasil karya untuk kelompok tani.

"Saya akan berikan beasiswa untuk mahasiswa KKN, tapi apa yang mereka berikan untuk kami dan para kelompok tani. Harapan saya satu saja untuk mesin, nanti akan saya berikan beasiswa," jelas Nasri.