Menguak Aktivitas Kos Bebas di Kota Malang (3)

Melihat Hasilnya Positif, Seorang Penghuni Kos Linglung Lalu Beli Pil Aborsi

Sep 19, 2017 16:08
Illustrasi wanita hamil di luar nikah (Illustrator/MalangTIMES)
Illustrasi wanita hamil di luar nikah (Illustrator/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Untuk melihat dari dekat kebiasaan intim dan kenakalan pasangan tidak sah anak kos di kawasan Kedawung Kota Malang tersebut, tim MalangTIMES beberapa hari berada di rumah ini. Kami ingin merasakan langsung suasana yang ada di dalam rumah kos ini.

Termasuk pergaulan para pasangan di luar nikah yang terlihat tidak canggung mempertontonkan kemesraan di depan teman-teman kosnya yang lain.

Baca Juga : Transparansi Anggaran Disparbud Dipertanyakan, Pemkab Malang jadi Paling Disorot

Misalnya saja, ketika penghuni kos tengah bercengkrama dengan berkumpul santai di ruang TV. Mereka saling menggoda dengan aneka guyonan khas perempuan. Pembicaraan-pembicaraan nakal seputar seks pun terjadi.

"Yak apa enak a? Pirang ronde? (Gimana enak kah? Berapa ronde?)," seru salah satu penghuni.

Tak jarang istilah-istilah aneh muncul dalam percakapan mereka. Seperti istilah 'pipis putih' (sperma) misalnya. Istilah itu muncul dalam percakapan gadis-gadis ini dan istilah-istilah lain yang tidak bisa dipahami oleh orang lain kecuali mereka yang terlibat komunikasi intens setiap hari di kos ini.

Hingga akhirnya seorang penghuni rumah kos mendadak murung saat tengah berada di depan TV dalam keadaan menyala. Tatapannya kosong seperti orang linglung. Sebut saja namanya Mawar.

Ia tampak tak banyak bicara. Ia mengaku kepalanya seperti penuh namun tak kuasa untuk diungkapkan satu persatu apa yang sedang menggelayut di pikirannya. Linglung. Itu yang terlihat di mata teman-temannya.

Hingga suatu hari ia memberanikan diri mengungkapkan kegundahannya kepada salah seorang rekan serumahnya.

Ya, dia terlambat datang bulan hampir sebulan. Lima buah alat uji kehamilan dibelinya. Dia melakukan tiga kali tes kehamilan.

Tes pertama dengan dua buah test pack negatif. Tes kedua, dengan dua buah test pack samar. Terakhir, dia melakukan cek kehamilan dengan jarak waktu 4 hari dari tes terakhir dan hasilnya postif. Bingung bukan main mawar saat itu.

Hasil itu seolah jadi bumerang bagi dirinya. Masih tidak percaya dengan hasil tes terakhir yang dilakukannya, Mawar memberankan diri pergi ke dokter kandungan untuk mendapatkan hasil yang valid.

Berdasarkan hasil Ultrasonografi (USG) yang dilakukan dokter kandungan tempat dia memeriksakan diri di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kota Malang menunjukkan janin yang dikandungnya berusia empat minggu.

Lemas. Seketika Mawar merasa tak berdaya dengan hasil pemeriksaan dokter tersebut. Bingung. Sudah pasti. Sebab, ia yang usianya belum genap 19 tahun jelas saja belum siap menjadi seorang ibu. Selain karena studinya yang belum selesai juga karena usianya yang masih begitu belia. Sang kekasih yang seusia dengannya pun belum memiliki pekerjaan.

Baca Juga : Janggal, Setahun Disparbud Cuma Cantumkan Belanja Langsung 28 Paket Kegiatan di SIRUP LKPP

Meskipun sang kekasih beritikad baik untuk bertanggung jawab namun kondisi itu tidak membuat Mawar mempertahankan kandungannya dan malah lebih memilih menggugurkannya.

Ia mulai cari tahu sana-sini bagaimana cara untuk menggugurkan janinnya yang masih empat minggu itu. Satu solusi didapatnya, dengan pil aborsi.

"Aku kasihan sebenarnya. Tapi mau gimana lagi aku masih belum siap. Kalau aku ngomong pasti orang tuaku marah. Bisa-bisa aku dipecat dari KK (kartu keluarga),"ungkapnya.

Pil aborsi dengan jenis tertentu pun sudah ditangannya. Pil ini didapatkannya dari sang kekasih yang menghamilinya.

Namun, belum sempat terminum janin yang dikandungnya sudah gugur terlebih dahulu. Ternyata menurut pengakuan Mawar dirinya telah menghabiskan satu buah nanas hijau dan sebotol minuman bersoda.

Tiga hari mengalami pendarahan layaknya perempuan mengalami menstruasi. Terakhir, gumpalan darah yang cukup besar keluar begitu saja dari kemaluannya saat kencing.

Lega, janinnya gugur meski ada rasa bersalah dalam dirinya. Sebelumnya Mawar sempat mengeluhkan nyeri di bagian panggul belakang dan perut.

Melihat ada pil penggugur kandungan, MalangTIMES mencoba mencari tahu soal pil itu yang sebenarnya hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Namun saat ini, pil itu bisa dengan mudah didapat Mawar dan kekasihnya. Simak penelusuran MalangTIMES berikutnya.

Topik
kos bebaskos bebas malangkos campurhubungan suami istrikos mahasiswa bebas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru