KPK OTT Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (14)

Sasar Tiga Lokasi, KPK Sita Alphard, Uang Dollar, dan Rekaman CCTV

Sep 18, 2017 21:35
Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus memperdalam bukti-bukti tindakan suap pengadaan mebelair Pemerintah Kota (pemkot) Batu. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa hari ini (19/7/2017) dilakukan sejumlah pemeriksaan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. 

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

"Pasca OTT kasus Wali Kota Batu ER, tim hari ini menggeledah beberapa lokasi," ujar Febri melalui pesan WhatsApp. Ada tiga lokasi yang disebutkan. Pertama, rumah dinas Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No 98 RT 001/RW 012, Sumberejo, Kota Batu.

Lokasi kedua yakni di Balaikota Among Tani atau Kantor Pemerintahan Terpadu Pemkot Batu yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman No 507, Pesanggrahan, Kota Batu. Sementara lokasi ketiga adalah rumah atau kantor yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso No 48-50 Kota Malang. "Lokasi ketiga ini milik tersangka F dari PT Amarta," tulis Febri.

Dia mengungkapkan bahwa penggeledahan dilakukan secara serentak oleh tiga tim. "Pemeriksaan tepatnya mulai pukul 12.00 dan telah selesai untuk lokasi di rumah dinas. Dua lokasi lainnya masih berlangsung," urainya. Meski demikian, berdasarkan pantauan MalangTIMES, pemeriksaan di kantor Filipus Djab usai pukul 16.00. 

Dari pemeriksaan tersebut, lanjut Febri, tim penyidik menyita beberapa barang bukti. Dari lokasi rumah dinas, tim menyita mobil Alphard dan uang senilai USD 10.000 dalam pecahan USD 100. Barang tersebut disita dari petugas keamanan di kediaman wali kota.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

"Selain menggeledah tiga lokasi, tim saat ini sedang melakukan penyitaan CCTV di Hotel Amarta terkait pemberian uang kepada EDS," ujarnya. 
Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (ER) dan dua orang lainnya yang terjaring dalam OTT KPK di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (17/9/2017), sebagai tersangka. Selain ER, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan dan Filipus Djab sebagai tersangka.

Dalam jumpa pers KPK di Jakarta, Filipus diduga memberikan suap terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko sebesar Rp 500 juta dan Rp 100 juta ke Kepala Bagian unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edy Setiawan.

Topik
KPK OTTWali Kota BatuEddy Rumpokokpk rifebri diansyah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru