Kapolresta Malang AKBP Hoirudin Hasibuan saat rilis kasus (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolresta Malang AKBP Hoirudin Hasibuan saat rilis kasus (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Melihat beberapa kasus pembuangan bayi hingga mengakibatkan makhluk tak berdosa tersebut tewas di Malang Raya, Kapolresta Malang membuka pintu bagi orangtua datang ke Polres untuk diberikan solusi terbaik daripada membuangnya dan terjerat hukum.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

"Yang sudah terlanjur (hamil, red.), jangan dibuang bayinya, lebih baik serahkan ke Polresta agar kami juga bisa membantu mencarikan sebuah solusi yang tepat," jelas Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan.

Lanjutnya, sehingga dengan begitu, hak bayi untuk hidup bisa terselamatkan, dan juga orangtua kandungnya bisa terlepas dari jeratan hukum. Bilamana mereka memang berterus terang tidak bisa merawat atau tidak mampu membiayai bayi tersebut.

"Yang ingin memiliki anak saja banyak yang belum bisa, padahal mereka telah melakukan usaha untuk memiliki anak, maka jangan memperlakukan bayi tersebut seperti bukan manusia," paparnya.

Para orang tua yang belum memiliki anak, pastinya juga banyak yang bersedia untuk mengadopsi mereka, sehingga kalau memang sudah terlanjur hamil jangan sampai ada pembuangan bayi.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Bawa ke Polresta, banyak yang ingin adopsi," ujarnya seusai rilis kasus penipuan online beberapa waktu lalu.

Melihat hal tersebut kian marak, maka Polresta sendiri akan segera melakukan pendataan para penghuni kos dan juga pemiliknya untuk meminimalisir hal seperti itu kembali terjadi. Mengingat beberapa kasus pembuangan bayi banyak terjadi di tempat kos.