foto via google
foto via google

MALANGTIMES - Data yang dihimpun MalangTIMES dari Satpol PP Kota Malang, menyebutkan ada 132 Indomaret di lima kecamatan di Kota Malang yang belum mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Pemkot Malang.

Dari data yang dihimpun sampai akhir 2016, di lima kecamatan tersebut tersebar gerai Indomaret. Kecamatan Lowokwaru tercatat paling mendominasi yakni 49 gerai. 

Di kecamatan lain seperti Blimbing menempati urutan kedua yakni sebanyak 24 gerai, disusul Sukun (22 gerai), Klojen (20) serta Kedungkandang (17 gerai).

Menanggapi banyaknya gerai Indomaret yang belum memiliki SIUP,  Manajer Legal Indomaret wilayah Malang Raya Agus Nugroho saat dikonfirmasi MalangTIMES tidak bersedia berkomentar banyak dan membeberkan apa penyebab banyaknya minimarket yang ditanganinya tidak mengantongi izin.

Saat MalangTIMES mengonfirmasi masalah tersebut ke Manajer Legal melalui sambungan telpon yang bersangkutan enggan menyampaikan komentarnya dengan alasan butuh mengecek dulu data perizinan di kantornya. 

"Biar saya ngecek data dulu biar nggak salah ngomong. Ini masalah pekerjaan saya juga masalahnya," ungkapnya ketika dihubungi MalangTIMES melalui sambungan telpon, Selasa (12/9/2017).

Sekitar pukul 16.09 WIB, MalangTIMES kembali menghubungi yang bersangkutan melalui pesan WhatsApp dan kembali menanyakan terkait proses perizinan yang hingga kini belum diurus sebagian besar gerai Indomaret di Kota Malang.

Selain persoalan izin yang diakui hingga kini sebagian belum diurus, MalangTIMES juga mengonfirmasi terkait banyaknya keluhan masyarakat terkait adanya perbedaan harga antara yang tertera di rak dengan harga yang ada di komputer yang digunakan.

Termasuk, mengapa Kota Malang menjadi sasaran pendirian Indomaret meskipun sudah menjamur di mana-mana. 

Pertanyaan penting lain adalah seputar tata letak kondom (alat kontrasepsi) mengapa diletakkan di bagian depan tepatnya di dekat kasir. Jika dibiarkan maka hal ini bisa  berdampak negatif khususnya bagi para remaja yang sedang belanja di Indomaret.

Dari empat pertanyaan MalangTIMES tersebut, Manajer Legal Indomaret Willayah Malang Raya Agus Nugroho menjawabnya lewat pesan WhatsApp. Pihaknya berjanji akan menyampaikan pertanyan MalangTIMES ini kepada pimpinan Indomaret.

"Tapi kalau sudah ada rilis pertanyaannya, saya share ke pimpinan dulu ya," jelasnya

Namun akhirnya pada pukul 18.25 WIB muncul pesan balasan dari Agus Nugroho yang berisi empat point jawaban.

infografik indomaret (infografik:MalangtIMES)InfoGrafik : MalangTIMES

"Pertama, terkait izin sudah yang dalam proses pengurusan. Kedua, selisih harga yang dilihat antara rak dengan data komputer maka yang berlaku adalah harga terendah. Sudah ada kartu informasi yang diletakkan di kasir untuk diketahui oleh konsumen. Ketiga, tidak ada istilah menyerbu, yang ada adalah kita berusaha melayani dan mendekatkan diri ke konsumen. Keempat, letak display kondom tidak di sekitar kasir, tetapi di rak body care pria," tulis Agus dalam balasan Whats Appnya

Sementara itu, jeritan-jeritan ketakutan dari pedagang kecil yang berdekatan dengan toko modern juga masih terdengar hingga kini.

Dari semua para pedagang yang ditemui, semuanya sepakat agar Pemkot Malang bersikap tegas dengan menindak toko modern yang dalam pendiriannya tidak mengubris aturan yang berlaku.