Baliho penolakan pendirian toko modern yang sudah terpasang sekitar setahun lalu di kawasan Jalan Raya Cemorokandang (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Baliho penolakan pendirian toko modern yang sudah terpasang sekitar setahun lalu di kawasan Jalan Raya Cemorokandang (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang dengan tegas menolak adanya toko modern yang akan didirikan di sekitar Jalan Raya Cemorokandang. 

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Penolakan tersebut diungkapkan dan disuarakan warga sekitar Cemorokandang dengan memasang sebuah baliho di pinggir Jalan Raya Cemorokandang sejak setahun lalu.

Salah satu warga sekitar Darwati (35) dan juga Ahadi (65) mengungkapkan, pihaknya bersama seluruh warga Cemorokandang dengan tegas menolak adanya toko modern yang bakal berdiri di daerahnya. 

Alasannya di kawasan tersebut banyak terdapat para pedagang kecil yang membuka usahanya. Dikhawatirkan jika ada toko modern yang buka, maka banyak masyarakat sekitar yang rata-rata bermodal kecil bisa kehilangan mata pencaharian. 

"Ya nggak setuju pokoknya mas, bukan saya saja, tapi semua warga Cemorokandang, bisa-bisa usaha kami mati, kalah sama toko modern sejenisnya," ungkapnya saat ditemui MalangTIMES, Senin (10/9/2017).

Penolakan warga itu didukung oleh delapan RT yang ada di sekitar kawasan tersebut. "Sudah setahunan baliho penolakan itu terpasang, ya kami tetap tegas menolak adanya toko modern tersebut. Dulu sebenarnya sembilan RT yang menolak, sekarang ada satu RT yang menyetujui, itupun kabarnya karena menerima uang sekitar Rp 17 juta, namun saya nggak tau gimana kelanjutannya," tandas Ahadi.

Pihaknya juga menyampaikan, kepada pihak terkait, agar bisa segera bertindak tegas terkait aturan dalam pendirian toko modern dan tidak menutup mata.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Sebagai warga kecil, ia juga mengungkapkan, agar pemerintah bisa menerapakan aturan yang sesuai dalam proses perizinan  pembukaan toko modern baru, jangan sampai ada sebuah permainan jual beli dalam perizinan.

"Entah bagaiman sistemnya saya ya kurang paham, namun kalau nggak segera ditertibkan, masyarakat kecil kan bisa mati tercekik kebutuhan, pengusaha seenak udelnya membuka toko moderen," pungkasnya.

Sementara itu, berikut isi dari baliho penolakan pendirian toko modern yang ditandatangani oleh sembilan RT dan juga Ketua RW terkait akan didirikannya toko modern di kawasan Cemorokandang beberapa waktu yang lalu.

Sehubungan dengan akan didirikannya Alfamart di RT 6, RW 4, Kelurahan Cemorokandang, maka pada hari Jumat tanggal 9 September 2016 pukul 21.00 wib telah mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh ketua RT 1 sampai RT 9, Ketua RW 4 dan sejumlah warga, dengan hasil pertemuan tersebut, memutuskan bahwa untuk pendirian Alfamart di RT 6, RW 4 Kelurahan Cemorokandang tidak disetujui oleh Ketua RT 1 sampai RT 9, Ketua RW 4 dan juga warga yang hadir.