Kota Malang Kehilangan Tokoh Karismatik, Gus Lukman  9

MALANGTIMES - Pertemuan media online ini dengan santri dekat KH Lukmanul Karim bin Abdullah Fattah (Gus Lukman) tak sebatas mengenang detik-detik kepergian ulama karismatik itu. 

Santri yang menolak disebutkan nama lengkapnya tersebut juga mengisahkan sosok Gus Lukman ketika berada di tengah-tengah santri Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Seperti apa? 

SA, sebut saja inisial nama santri itu, mengisahkan bahwa Gus Lukman tidak pernah marah bila menemui ada santrinya yang berbuat tidak baik.  "Misalnya ada santri yang nakal. Gus (Gus Lukman, red) tidak pernah memarahi. Gus mendoakan anak itu. Setelah didoakan Gus, anak itu sudah enggak nakal lagi," tutur SA yang berasal dari Kepulauan Maluku. 

Yang masih hinggap di ingatan SA ialah ketika Gus Lukman mengalami saat-saat berat dalam hidupnya. Ia ingat betul Gus Lukman selalu bersemangat di depan para santri. 

"Apa pun masalahnya, baik di rumah atau urusan Gus di luar sana, kalau ketemu sama santri, Gus selalu semangat. Nggak pernah sekalipun Gus bermuka masam. Bagi Gus, kalau ketemu kami, Gus bahagia," imbuh santri berusia 18 tahun itu. 

SA yang dekat dengan Gus Lukman, bahkan diminta mengabdi di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, merasakan, saat Gus Lukman mulai menyentuh dunia politik, sang kiai jadi sakit-sakitan. "Kalau mengeluh, nggak pernah. Apalagi di depan kami. Tapi saya merasa Allah itu sangat sayang Gus. Jadi, nggak mau Gus terjun di politik," ucap SA. 

"Gus tiap Ramadan dua tahun ini selalu sakit. Sampai saya berdoa terus agar beliau segera sehat dan bisa ceramah lagi di depan kita," lanjutnya. 

Gus Lukman, lanjut SA, selalu membicarakan hal positif di depan para santri. Tak sekalipun ulama kelahiran 21 Mei 1964 itu mengabarkan berita buruk. "Gus selalu semangat menceritakan. Le, Gus akan bikin ini nanti. Dan itu selalu keturutan," ungkap SA. 

Sayang, ada satu keinginan Gus Lukman yang belum dapat dipenuhi hingga akhir hayatnya. SA mengaku ulama karismatik itu pernah mengungkapkan keinginannnya mengundang Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke tengah-tengah santri Ponpes Bahrul Maghfiroh. 

"Gus pernah bilang akan mengundang Pak Gatot ke Malang. Ya ke sini. Tapi Allah punya kehendak lain," ujar SA mengakhiri pembicaraan. (*)