Rekonstruksi Pembunuhan di Rolak Kedungkandang, Para Pelaku Lakukan 27 Adegan

Sep 05, 2017 15:13
Suasana aaat jalannya rekonstruksi pembunuhan di bendungan rolak Kedungkandang (Humas)
Suasana aaat jalannya rekonstruksi pembunuhan di bendungan rolak Kedungkandang (Humas)

MALANGTIMES - Rekonstruksi kasus pembunuhan Zainuddin (22), pria asal Madura, hari ini digelar di sebelah bendungan rolak Kedungkandang, Kota Malang (5/9/2017).

Dalam rekonstruksi, para tersangka memeragakan sekitar 27 adegan detik-detik  dalam pembunuhan yang dilakukan kepada Zainudin di tempat tersebut.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, dalam rekonstruksi para tersangka ini memeragakan peran mereka masing dalm membunuh dan sebelum membunuh Zainuddin. "Memang semua adegan kami peragakan di TKP ini untuk memperjelas apa peran masing-masing dilakukan para pelaku," ucapnya (5/9/2017).

Dalam kasus ini, memang pembunuhan dilakukan berawal dari HP milik RD (17), yang merupakan pacar pelaku F(21), digadaikan oleh korban. Namun ketika diminta terus, korban tidak segera mengembalikan.  RD  melapor ke MS (21) dan memanggil rekan-rekannya untuk menyelesaikan masalah ini.

Saat itu, sebagian para pelaku memanggil korban yang saat itu dibonceng oleh Fani yang merupakan inisiator pembunuhan dan berkumpul di SPBU. Setiba di SPBU, di sana sudah ada beberapa pelaku lain. Salah satunya Mas'ut. Di sana para pelaku bernegosiasi dengan korban. Saat itu, para pelaku meminta korban untuk mengganti HP milik RD.

"Para pelaku ini meminta korban untuk mengganti Rp 500 ribu. Namun karena tidak mempunyai uang, korban menawar memberikan uang Rp 100 ribu sehingga akhrinya negosiasi tersebut buntu," jelas kasat reskrim.

Setelah buntu saling debat dalam negosiasi, para pelaku ini lantas geram dan akhrinya Fani yang merupakan pacar RD mengajak teman-temannya untuk membunuh Zainuddin. "Pelaku lainnya ini disuruh mengambil pisau. Pisau yang diamankan ada tiga. Namun yang dipakai untuk membacok korban satu pisau besar," paparnya

Lantas sesudah mengambil pisau, para pelaku beranjak pergi meninggalkan tempat mereka bernegosiasi, lalu mereka pergi ke daerah Velodrome, Sawojajar, karena di tempat tersebut ramai, akhirnya mereka berpindah tempat ke bendungan rolak, Kedungkandang.

"Dibsana pelaku juga sempat berbicara, namun korban juga sempat ditendang dan akhirnya dikeroyok. Korban sendiri juga sempat berusaha minta maaf dan lari, namun usahanya gagal. Para pelaku tetap menghajar, memukul punggungnya, membacok sampai di bacok lehernya hingga tewas sekitar pukul 04.00wib,"pungkasnya. (*)

Topik
Rekonstruksi PembunuhanBendungan Rolakkedungkandang malangPolres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru