Pelaku pembuang mayat, MR (27) yang menurut pengakuannya tidak mengetahui identitas mayat yang dibuangnya di wilayah Polres Malang. (Nana)
Pelaku pembuang mayat, MR (27) yang menurut pengakuannya tidak mengetahui identitas mayat yang dibuangnya di wilayah Polres Malang. (Nana)

MALANGTIMES - Pengakuan mengejutkan meluncur dari tersangka yang kini diamankan di Mapolres Malang, MR (27) yang berperan sebagai pembuang mayat Wasiah (37), warga Dusun Asemcorong RT/RW 04/02 Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Ternyata, setelah mayat yang dibuang di jembatan sungai Dusun Barek, Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang, teridentifikasi identitasnya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan MR.

Dari keterangan tersangka yang dikuatkan oleh pihak Polres Malang, mayat yang dibungkus dengan karpet hitam sejak di rumah Mihana (30), yang diduga pembunuh Wasiah, adalah bude dari MR sendiri.

"Saya tidak tahu karena mayat sudah dibungkus. Saya hanya disuruh membuang," kata MR, Senin (04/09) sore di Mapolres Malang.

Pengakuan mengejutkan ini membuat kasus pembunuhan yang sampai saat ini dalam proses penyidikan dan pencarian para pelaku yang kabur, yaitu Mihana dan IS, membuat kepolisian memeras otak dalam menyimpulkan motif kasus tersebut.

MR. sang pembawa mayat yang dibantu IS, juga menyampaikan bahwa dirinya masih melihat bercak-bercak darah di tembok rumah Mihana sebelum dia pikul menuju mobil sewaan. Bahkan dari karpet pembungkusnya masih merembes darah korban. "Karena itu, saya memakai sarung tangan saat memikul korban," ujar MR yang hanya mengetahui alasan Mihana membunuh dikarenakan korban adalah selingkuhan suaminya. "Saya benar-benar tidak tahu kalau yang dibunuh dan saya buang itu bude saya sendiri," sesalnya.

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

Korban yang terluka parah di bagian kepala, seperti yang disampaikan kasat reskrim Polres Malang, diduga dibunuh Mihana. Selain dari keterangan tersangka MR, dugaan itu juga dilihat dari kronologis mayat sampai dibuang.

"Kalau petunjuknya sudah jelas. Ini kasus pembunuhan. Tapi untuk pendalamannya ada di Polres Pasuruan," kata AKP Azi Pratas Guspitu, kasat reskrim Polres Malang, Selasa (05/09).

Banyak hal janggal dalam kasus pembunuhan yang mayatnya di buang ke wilayah Polres Malang ini. Selain ketidaktahuan MR tentang identitas korban, juga sikap yang terlihat tenang saat Mihana menceritakan aksi pembunuhan.

Bahkan dari penuturannya juga, MR memberikan ide untuk melibatkan IS dalam rencana pembuangan mayat tersebut. Sampai selesai tugasnya membuang mayat, dia juga bersikap tenang. (*)