8.929 Warga Kabupaten Malang Bakal Digelontor Beras Bersubsidi dari Provinsi Jawa Timur

Sep 04, 2017 20:15
rapat koordinasi beras bersubsidi program percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan yang digelar di Surabaya. (foto : Kadinsos Kab Malang for MalangTIMES)
rapat koordinasi beras bersubsidi program percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan yang digelar di Surabaya. (foto : Kadinsos Kab Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebanyak 8.929 Rumah Tangga Sasaran (RTS) warga Kabupaten Malang dari 17 kecamatan yang terdiri dari 35 desa dalam waktu dekat bakal menerima beras bersubsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Sri Wahyu Puji Lestari menyatakan program ini dari Gubernur Jawa Timur yang untuk kabupaten/kota dalam rangka menanggulangi kemiskinan di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

"Hari ini (Senin, Red) saya mengikuti rapat koordinasi beras bersubsidi untuk pengentasan dan penanggulangan kemisikinan bertempat Surabaya. Rapatnya terkait teknis penyalurannya seperti apa. Besok saya laporkan ke Pak Bupati Malang (Rendra Kresna, Red) dan tim teknis dari Dinsos Kabupaten Malang," kata perempuan yang akrab disapa Yayuk ini, Senin (4/9/2017).

Lebih lanjut Yayuk menerangkan jumlah penerima beras bersubsidi sudah sesuai dengan data yang diambil dari Basis Data Terpadu Tahun 2015 yang diolah oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) berdasarkan keputusan Kementerian Sosial nomor 32/HUK/2016.

"Untuk Kabupaten Malang yang menerima beras sebanyak 10 kilogram per orang dengan harga tebus Rp 16 ribu di 17 kecamatan yang terdiri dari 35 desa. Jumlahnya ada 8.929 RTS. Bantuan ini di luar program beras prasejahtera (rastra), dan ini murni dari Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Yayuk mengatakan data penerima bantuan sudah ditentukan oleh TNP2K dengan indikator by name by address. Kemudian, data itu diteruskan de Dinsos dengan membagikan kupon kepada penerima bantuan.

"Jadi data penerimanya sudah tersaring siapa saja yang berhak menerima bantuan itu sesuai petunjuk teknis yang ada. Program ini bekerjasama dengan Bulog," lanjut dia.

Baca Juga : Khusus Ojol, Ahok Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian BBM hingga 12 Juli 2020

Menurutnya, teknis penyaluran beras bersubsidi ini memakai kupon. Bila penerima bantuan meninggal dunia, maka bantuan akan dikembalikan ke provinsi lagi.

"Nanti penyalurannya akan melibatkan pendamping desa, TKSK dan tagana untuk memudahkan pendistribusiannya akan tepat sasaran. Kami akan berkoordinasi lagi untuk mematangkan program ini sehingga bisa berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Topik
Warga Kabupaten Malang beras subsidi Pemprov Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru