Proses patroli yang dilaksanakan Polresta Malang di sejumlah vihara di Kota Malang. (Foto: Sabhara Makota)
Proses patroli yang dilaksanakan Polresta Malang di sejumlah vihara di Kota Malang. (Foto: Sabhara Makota)

MALANGTIMESĀ - Mengantisipasi gejolak massa pasca-krisis Rohingya di Myanmar, Polresta Malang menggelar patroli pemantauan dan pengamanan di sejumlah vihara di Kota Malang. Patroli dilakukan mulai kemarin (3/9/2017) malam hingga hari ini (4/9/2017).

Berdasarkan laporan giat yang diunggah akun Facebook Sabhara Makota, pasca-tragedi Rohingya di Myanmar, Unit Patroli Satsabhara Polres Malang Kota melaksanakan patroli intensif dan pemantauan pada vihara di Kota Malang.

Patroli tersebut untuk mencegah aksi kemarahan dan balas dendam yang destruktif kepada umat Budha. Selain itu, untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap stabil dan kondusif.

Kabag Ops Polresta Malang Kompol Dodot Dwianto mengungkapkan bahwa hingga saat ini kondisi sangat kondusif. Pihaknya menerjunkan lima regu dengan masing-masing empat hingga enam personel untuk patroli.

"Ada lima titik yang kami pantau. Meski situasi kondusif, kami tetap melakukan pengamanan dan secara rutin melakukan patroli dan monitor perkembangan situasi," ujarnya di sela pengamanan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang, siang ini.

Dodot mengaku belum ada instruksi khusus dari pusat mengenai pengamanan tersebut. Hal tersebut dilakukan mengingat situasi Internasional dan nasional yang memanas menyikapi tragedi kemanusiaan di Myanmar.

Terlebih di Kota Malang terdapat sejumlah tempat peribadatan yang rawan menjadi jujukan massa.

"Melihat situasi dan kondisi itu kami tindaklanjuti jangan sampai berimbas ke Kota Malang," tegasnya.

Rencananya, patroli akan terus digelar hingga situasi kembali tenang. Dodot juga menambahkan tidak ada kekhawatiran dari umat Budha di Kota Malang, mengingat toleransi keagamaan di Kota Pendidikan ini sudah terbangun dengan baik. "Jadi patroli ini lebih pada antisipasi saja," pungkasnya.