Kondisi korban yang tewas dengan sayatan di leher saat di kamar mayat RSSA Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kondisi korban yang tewas dengan sayatan di leher saat di kamar mayat RSSA Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polresta Malang dengan cepat bisa membekuk para pembunuh Zainudin (22) pria asal Madura yang ditemukan tewas bersimbah darah di kebun tebu sebelah Bendungan Rolak, Kedungkandang, Malang.

Tak sampai seminggu, polisi berhasil membekuk enam pelaku yang terlibat pembunuhan korban yang tewas setelah digorok lehernya oleh para pelaku.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan membenarkan bahwa semua pelaku pembunuhan sudah tertangkap oleh anggotanya.

"Memang sudah tertangkap semua sehingga bisa segera kita teruskan ke proses selanjutnya," ujarnya saat dihubungi MalamgTIMES, Sabtu (2/9/2017).

Kaolresta sendiri juga belum menjelaskan secara detail bagaimana proses penangkapan keenam pelaku, baik lokasi maupun waktu penangkapan.

"Kita akan segera merilis kasus ini mungkin hari Senin (4/9/2017) mas, alhamdulilah," tandasnya.

Pasalnya sebelum diketahui identitasnya, Zainudin yang tewas dengan luka sayatan di leher dan tangan di kebun tebu tersebut sempat menjadi pembicaraan masyarakat banyak dan menjadi mr.x karena tidak diketahui identitasnya.

Bahkan banyak spekulasi terkait pemyebab tewasnya Zainudin. Salah satunya ada yang menduga korban sebelumnya sempat berbuat mesum di kebun tersebut dan akhirnya dibunuh oleh sang wanita karena saat ditemukan korban dalam keadaan setengah telanjang.

Sampai akhirnya ketika di kamar mayat RSSA, datang seorang Wanita bernama Ruliawati (32). Wanita yang bertempat tinggal di Jalan Ranugrati, Gang 1 Sawojajar ini melihat kondisi korban di dalam kamar mayat, dan ia membenarkan korban adalah karyawan pada usaha roti miliknya.

Saat itu Ruliawati mengungkapkan, bahwa korban sempat menyatakan ingin pulang ke Madura saat Idul Adha.

Sebelumnya korban juga sempat meminta uang Rp 1 juta untuk membelikan adiknya HP baru. Korban sendiri diketahui Ruliawati sempat keluar dengan seorang wanita asal Muharto.

Sampai akhirnya korban tidak pulang dan ditemukan tewas. Usai ditemukan, sore hari petugas berhasil membekuk pelaku utama berinisial A yang dibawa ke TKP untuk mengetahui peran masing-masing tersangka sebelum akhirnya semua pelaku berhasil dibekuk.

Dari tangan pelaku diamankan sebuah sandal, pecahan jam dan beberapa pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Keenam tersangka mempunyai peran masing-masing dalam pembunuhan tersebut.