MALANGTIMES - Visi Bupati Dr H Rendra Kresna menjadikan masyarakat Kabupaten Malang yang religius semakin terlihat dalam praktik keseharian di berbagai wilayah. Pergaulan sosial di 378 desa yang ada di Kabupaten Malang berjalan dalam rel religi serta dikuatkan dengan kebijakan-kebijakan lokal warisan leluhur yang masih berdenyut kuat.

Infrastruktur peribadatan pun setiap tahun tumbuh di berbagai wilayah. Misalnya, masjid yang dibangun dengan kesadaran oleh masyarakat setempat dan dibantu dengan berbagai akses kemudahan dari Pemerintah Kabupaten Malang.

Dari data www.dream.co.id, masjid di Kabupaten Malang berjumlah 320 buah. Jumlah masjid ini bisa bertambah lebih banyak lagi karena sistem dalam situs tersebut bersifat laporan masyarakat.

Lepas dari hal tersebut, Rendra memang memiliki harapan besar bahwa wilayahnya yang terus berubah dalam konteks pembangunan, tetap menonjolkan sisi religi kuat. "Kota yang ideal adalah kota yang masyarakatnya terus meningkatkan taraf keimanannya. Hidup dengan ajaran agama yang tumbuh di berbagai tempat peribadatan," kata Rendra dalam acara penandatanganan prasasti empat pembangunan masjid di Tajinan, Jumat (01/09) kepada MalangTIMES.

Empat masjid yang ditandatangani Rendra adalah Masjid Thoriqul Huda, Nurul Huda, Miftakhul Huda, dan Sabilul Huda. Semuanya berada di Kecamatan Tajinan. Di acara tersebut pula, Rendra  secara simbolis membagikan 100 paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang. 

Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam memiliki peran penting dalam syiar agama dan terbukti menjadi corong bagi seluruh umat Islam dalam mengaplikasikan ajaran-ajaran luhur dalam kesehariannya. Semakin tumbuhnya masjid di berbagai wilayah Kabupaten Malang diharapkan akan mampu mencetak generasi-generasi muda yang berakhlak mulia serta menjadi Ismail-Ismail zaman sekarang.

"Kami sangat mendukung berbagai pembangunan masjid dalam upaya syiar Islam. Semakin banyak masjid, semakin banyak kegiatan keagamaan yang berjalan," ujar Rendra yang juga menyatakan, masjid selain untuk tempat beribadah dan mengaji, juga sebagai ruang bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat.

"Bahkan,  dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran," pungkas Rendra. (*)