Bupati Malang Rendra Kresna terus mendorong seluruh pemangku kepentingan di wilayah kecamatan dan desa untuk bekerja keras menuntaskan ODF di wilayahnya masing-masing. (Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna terus mendorong seluruh pemangku kepentingan di wilayah kecamatan dan desa untuk bekerja keras menuntaskan ODF di wilayahnya masing-masing. (Nana)

MALANGTIMES - Target bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF) terus didengungkan oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna sejak akhir 2016 lalu. Target pencapaiannya, tahun 2019 adalah 0 alias tidak ada lagi BAB sembarangan. Artinya, 378 desa yang ada di wilayah Kabupaten Malang pada 2019 wajib bebas dari perilaku tidak sehat, baik bagi kesehatan masyarakat maupun lingkungan hidup.

Bupati Malang mengatakan bahwa ODF di wilayahnya masih cukup memprihatinkan. Dari data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2016, sedikitnya ada 92.452 kelompok keluarga (KK) yang buang hajat di sembarang tempat, terutama di sungai.

"Tahun 2016 hanya ada lima desa yang bebas ODF. Sisanya masih terus berjuang untuk melepaskan diri dari perilaku tidak sehat ini," kata Rendra, Rabu (30/08) kepada MalangTIMES.

Kondisi inilah yang membuat Rendra terus mendorong seluruh tenaga kesehatan di 33 kecamatan untuk lebih giat dan keras lagi memberikan kesadaran kepada masyarakat. "Saya sudah mencanangkan 2019 bebas ODF. Maka saya harap seluruh pemangku kepentingan di wilayah untuk bekerja keras," tegasnya.

Harapan dan target besar ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur itu direspons cepat oleh camat Pagelaran yang notabene pejabat baru di wilayah pecahan Gondanglegi tersebut. Seperti diketahui, Gondanglegi merupakan kecamatan tiga besar ODF di Kabupaten Malang dengan jumlah 9.089 KK. Diikuti Kecamatan Sumberpucung 6.386 KK serta Kecamatan Lawang 6.192 KK.

Itulah yang membuat Camat Pagelaran Ichwanul Muslimin berjibaku entaskan ODF di wilayahnya. "Bupati sudah menginstruksikan hal itu. Tentunya kami akan tindak lanjuti sebaik-baiknya," ucap camat Pagelaran kepada MalangTIMES.

Melalui pendekatan dengan tenaga kesehatan di tingkat kecamatan dan desa, Ichwanul berhasil mengantarkan dua desa di wilayahnya, yaitu Balearjo dan Kanigoro, menjadi kawasan desa bebas buang air besar di sungai.

Keberhasilan tersebut akan dilalui dengan pelibatan seluruh pemangku kepentingan yang ada dalam berbagai kegiatan yang secara berkelanjutan dilakukan kepada masyarakat. "Sosialisasi dan workshop tentang ODF terus kami gencarkan. Alhamdulillah warga juga akhirnya sadar atas risiko ODF ini," kata Ichwanul yang juga menegaskan tingginya ODF bukan karena mereka tidak memiliki jamban di rumah, tapi lebih pada bentuk kebiasaan turun-temurun.

Faktor kebiasaan inilah yang akhirnya dijadikan ruang bagi Pemerintah Kecamatan Pagelaran untuk diubah secara perlahan-lahan. "Faktor kebiasaan tidak bisa diubah dengan cepat seperti membalik tangan. Perlu pendekatan dan waktu," imbuh mantan camat Ngantang ini.

Bebasnya dua desa di Pagelaran dalam permasalahan ODF terlihat dari kepemilikan jamban sehat, yaitu sekitar 4.453 KK dan perilaku ODF yang sudah menghilang tahun 2017.

Ichwanul juga menyampaikan, selain di dua desa tersebut, dirinya tahun ini juga akan menargetkan desa lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Pagelaran bebas BAB sembarangan. Suwaru, Pagelaran, Clumprit, Sidorejo, Karangsuko dan Kademangan akan jadi sasaran berikutnya dalam mensukseskan bebas ODF di Kecamatan Pagelaran. (*)