Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata saat menunjukkan aplikasi Panic Button (Anggara Suddiongko/MalangTIMES)
Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata saat menunjukkan aplikasi Panic Button (Anggara Suddiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Pameran yang berlangsung di Surakarta mulai 25 - 27  Agustus 2017 ini akan diikuti sebanyak 21 instansi dari berbagai wilayah di Indonesia dan Polres Malang Kota merupakan wakil satu-satunya dari kepolisian.

Waka Polres Malang Kota Kompol Nandu Dyananta mengatakan, Panic Button merupakan inovasi dari Polres Malang Kota yang diundang Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk ikut pameran.

"Nah Panic Button inilah yang mendapat undangan dan seleksi dari Kemenpan RB. Kami bangga bisa menjadi satu-satunya yang mewakili POLRI," tandasnya ketika ditemui MalangTIMES di Polresta Malang, Rabu (23/8/2017).

Para pengguna Panic Button sendiri terus bertambah. Saat ini user yang telah memakai dan mendownload Panic Button lebih dari 6.000 orang. Harapannya, semoga aplikasi ini semakin banyak membantu masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayahnya.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

"Dengan ikut sertanya Panic Button mewakili POLRI sebagai bukti nyata POLRI tetap eksis dalam memberikan sumbangsih pemikiran teknologi dalam bidang keamanan. Harapannya inovasi ini bisa diadopsi dimanapun agar juga bisa membantu masyarakat luas," paparnya.

Sementara itu, Panic Button yang dimiliki Polres Malang Kota sebelumnya juga telah memperoleh banyak penghargaan salah satunya menjadi nominator Top 35 Pelayanan Publik tahun 2016 dan menjadi program unggulan lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia.