Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

Aug 23, 2017 18:06
Abah Anton bersama Umi Farida dalam suatu kesempatan. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Abah Anton bersama Umi Farida dalam suatu kesempatan. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan toko."

Kalimat itu masih melekat kuat di ingatan Ketua RW 01 Tlogomas Abdul Aziz Maulana. Kalimat tersebut diucapkan langsung oleh pria yang saat ini menjabat sebagai wali kota Malang, yakni H Moch. Anton, beberapa tahun silam kepada Aziz sebelum mencapai sukses sebagai pengusaha dan pejabat publik seperti saat ini.

Baca Juga : Kisah Dua Perempuan Paruh Baya di Kota Malang, Tinggal di Bawah Jembatan Bersama Puluhan Anjing

Aziz mengaku merinding mendengar ucapan itu. Sebab, keputasan Abah Anton saat itu begitu berisiko.

Namun dengan keyakinan dan tekad untuk mengubah nasib, Anton memberanikan diri mengambil keputusan yang tidak mudah itu. Penuh spekulasi. Nyatanya, bisnis tetes tebu itu sukses dan Abah Anton menjadi salah satu pengusaha kelas atas di sektor tersebut.

Berangkat dari kalangan ekonomi rendah, Abah Anton gigih memperjuangkan hidupnya. Meski sudah menjadi sosok pengusaha tetes tebu yang diperhitungkan di Jawa Timur, Abah Anton masih tetap sama dengan Anton yang dulu. 

"Saya salut. Dia tidak berubah sampai sekarang. Rasa sosialnya masih begitu tinggi meskipun sudah pegang kawasan Jatim hingga Bali untuk bisnisnya. Dia juga selalu menyempatkan ngobrol dengan warga selepas salat subuh. Kalau sudah begitu, kadang saya lupa beliau ini wali kota karena saking dekatnya dan tanpa sekat, " ungkap Aziz kepada MALANGTIMES beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Sugeng, Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Kerap Diusir dari Kampung karena Kerap Bikin Ulah

Mengenal sosok Anton sejak tahun 1984, Aziz adalah rekan yang kerap menjadi jujugan Anton untuk berkeluh kesah. Tidak jarang, Aziz memberikan nasihat kepada Anton saat itu. "Dulu sering tiba-tiba datang ke rumah ngajak keluar sekadar makan sambil curhat," kenangnya. (*)

Topik
Abah AntonWali Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru