Ansor Kabupaten Malang Kenalkan Desa Wisata dalam Upacara Kemerdekaan

Aug 17, 2017 16:52
GP Ansor Kabupaten Malang beserta masyarakat desa melaksanakan upacara kemerdekaan RI ke-72 di kawasan wisata hutan pinus Bendosari, Pujon, Kamis (17/08). (ansor for MalangTIMES)
GP Ansor Kabupaten Malang beserta masyarakat desa melaksanakan upacara kemerdekaan RI ke-72 di kawasan wisata hutan pinus Bendosari, Pujon, Kamis (17/08). (ansor for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Banyak cara memperingati kemerdekaan RI Ke-72 tahun 2017 ini di Kabupaten Malang. Dari yang resmi sampai pada tingkatan yang bisa dibilang nyeleneh dan kreatif.

Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh

Tapi, terlepas dari berbagai cara tersebut, peringatan kemerdekaan RI jangan sampai sekadar kegiatan seremonial belaka dan jatuh pada nostalgia semata. Artinya, ekses hanya meriah di hari peringatan, tetapi tidak ada suatu proses peningkatan bagi masyarakat dalam menyerap semangat kemerdekaan, yaitu menuju kebebasan mandiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal inilah yang membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang merumuskan suatu tindak lanjut nyata dalam merayakan kemerdekaan RI ke-72 ini. "Kami tidak ingin terjebak  nostalgia dan seremoni dalam peringatan kemerdekaan ini. Wajib ada suatu faedah yang nantinya dirasakan masyarakat di momen ini," kata Husnul Hakim, ketua GP Ansor Kabupaten Malang, kepada MalangTIMES, Kamis (17/08) saat berada di lokasi wisata taman pinus Desa Bendosari, Kecamatan Pujon.

Melalui konsep tersebut, GP Ansor Kabupaten Malang memilih tempat upacara peringatan kemerdekaan RI di tempat wisata yang dikelola oleh masyarakat desa. Tentunya, pemilihan lokasi upacara yang juga dihadiri oleh Ketua NU Kabupaten Malang Umar Usman itu diarahkan terhadap proses peningkatan kesejahteraan warga setempat nantinya dengan adanya kegiatan peringatan kemerdekaan RI ini.

Selain memperingati jasa para pahlawan yang telah mengantarkan negara ini merdeka, GP Ansor Kabupaten Malang berharap destinasi wisata desa bisa juga semakin dikenal masyarakat luas yang efeknya akan meningkatkan penghasilan warga.

"Kita kenalkan desa-desa wisata yang ada dengan berbagai momen nasional kepada khalayak umum. Ini saya pikir akan lebih tepat promosikan hal ini,"ujar Husnul yang juga mengatakan peserta yang mengikuti upacara mencapai 750 orang dari berbagai organisasi sayap NU dan masyarakat Kabupaten Malang.

Sekali dayung dua tiga pulau dilampaui menjadi titik tolok organisasi pemuda NU di bawah komando Husnul dalam mewarnai peringatan kemerdekaan RI, tanpa menghilangkan esensi dan ruh dari kesakralannya.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

Bahkan dengan konsep ini, secara langsung masyarakat diingatkan akan sejarah bangsa yang berdiri tegak dan berdaulat sampai kini juga hasil  jerih payah dan tetesan darah serta air mata orang-orang desa. 

Tujuan ini, menurut Husnul, selain untuk menghilangkan paradigma dalam masyarakat mengenai peringatan hari besar nasional adalah ruangnya untuk orang kota atau pegawai pemerintahan saja, juga agar tumbuh kesadaran bersama dalam masyarakat. "Bahwa berbagai perayaan nasional adalah ruang bersama untuk kemudian diolah menjadi sesuatu yang bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang merayakannya,"imbuh Husnul.

Wisata Hutan Pinus Bendosari, Pujon, yang dipilih sebagai tempat upacara adalah bentuk dari aplikasi konsep GP Ansor Kabupaten Malang yang tidak ingin bahwa peringatan ini hanya lewat begitu saja. Selain tentunya juga sebagai bagian sinergitasnya bersama Pemerintahan Kabupaten Malang yang sedang fokus pada dunia pariwisata. 

"Jadikan momen sebagai ruang eksplorasi inovasi dan kreafivitas yang hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara nyata. Wisata adalah ruang yang bisa dimaksimalkan dalam hal ini,"pungkas Husnul. (*)

Topik
Ansor Kabupaten MalangUpacara Kemerdekaan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru