Samudera (16) salah satu paskibra yang ditugasi sebagai pembawa sang saka Merah Putih akhirnya bisa tersenyum manis juga setelah dikukuhkan oleh bupati Malang. (Nana)
Samudera (16) salah satu paskibra yang ditugasi sebagai pembawa sang saka Merah Putih akhirnya bisa tersenyum manis juga setelah dikukuhkan oleh bupati Malang. (Nana)

MALANGTIMES - Terpilih sebagai anggota pasukan pengibar bendara (paskibra) adalah cita-citanya sejak kecil. Tempaan keluarga yang berasal dari TNI AD semakin mematangkan harapannya menjadi bagian paskibra. Harapan dan tempaan inilah yang akhirnya membuat dara cantik asal Singosari ini terpilih dari 500 orang yang mendaftarkan dirinya menjadi paskibra HUT Ke-72 RI yang kini berjumlah 74 orang.

Samudera Syafa RA, dara cantik kelahiran 31 Mei 2001 yang memiliki paras tegas ini bahkan dipercaya menjadi pembawa bendera nantinya di upacara HUT RI ke-72.

"Senang banget akhirnya saya bisa terpilih. Setelah hampir satu bulan masa seleksi dan 7 hari dilatih di Bela Negara Rampal,"kata Samudera, Rabu (16/08) kepada MalangTIMES saat menjalankan karantina setelah dikukuhkan secara langsung oleh bupati Malang, Selasa (15/08) kemarin.

Tentunya, bagi Samudera moment menjadi Paskibra dan pembawa bendara merah putih akan membekas sepanjang hidupnya sebagai kenangan indahnya. Bahkan, tahapan seleksi dan pelatihan tidak membuat dara cantik ini terkendala, walau secara fisik sangat menguras energinya.

"Kendala saya bukan itu, tapi tentang senyuman,"ujar anak pertama pasangan Ali Sadikin dan Helly Puspitaratnawati ini.

Siswi SMA 1 Singosari Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas XI ini mengatakan bahwa dia sangat kesulitan sekali saat harus tersenyum. Sampai-sampai pelatihnya beberapa kali menegurnya pada saat Samudera berlatih.

Samudera (16) siswa kelas XI SMA 1 Singosari yang terpilih dari 500 orang yang mendaftar menjadi Paskibra Kabupaten Malang (Nana)

"Ayo mana senyumnya, senyum..."ucap Samudera menirukan teguran pelatihnya.

Kendala susah tersenyum ini membuatnya harus bekerja lebih keras berlatih tersenyum pada saat waktu-waktu tertentu dalam baris berbaris. "Mungkin maksudnya agar tidak terlihat tegang wajah saya saat nanti pelaksanaan,"imbuh Samudera yang sebenarnya sangat ceria saat meladeni wawancara, walau pun memang tidak terlihat senyumnya.

Kini, Samudera telah berada dalam barisan Paskibra bersama teman-temannya yang terpilih. Harapannya bahwa besok hari bisa berjalan sempurna menjadi bagian dari kesakralan memperingati hari Kemerdekaan RI ke-72.

"Saya pribadi dan teman-teman tentunya sangat menanti hari esok. Besok hari bersejarah bagi saya. Tentunya juga bagi kedua orang tua saya,"katanya yang kelak memiliki keinginan setelah lulus bisa masuk di Kepolisian atau TNI.

Ayo mana senyumnya Samuderaaa... (*).