Proses produksi custum shirt Cribo.Inc produk arek Malang di kawasan Jalan Andromeda Kota Malang. (foto: Cribo.Inc for MALANGTIMES)
Proses produksi custum shirt Cribo.Inc produk arek Malang di kawasan Jalan Andromeda Kota Malang. (foto: Cribo.Inc for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Di kalangan anak muda, fashion item favorit salah satunya adalah kaus. Alasannya tak lain karena bahan yang nyaman dan menyerap keringat.

Baca Juga : Viral Desainer Arnold Putra yang Bikin Tas dari Tulang Manusia, Lihat Bentuknya!

Selain itu, kaus memungkinan mereka mengasah kreativitas melalui ide kata atau gambar di atasnya. 

Peluang bisnis kaus kreatif itu ditangkap oleh tiga arek Malang yang tergabung dalam Cribo Inc. Ketiganya ialah Antarangga Bawika, Oktavian Wahyu Nughroho, dan Zico Bonetti Aldanny. 

Ditemui media online ini di ruang produksi mereka kawasan Jalan Andromeda Kota Malang, ketiganya tengah sibuk melayani pembeli. Ada sekitar lima orang mengantri. Salah seorang pembeli tengah berdiskusi soal desain kaus. 

Mewakili dua kawannya, Angga menjelaskan desain kaus yang mereka tangani di Cribo Inc tidak mensyaratkan pembeli memesan banyak.

"Kalau soal costum kaus bisa juga satuan, jadi enggak nunggu satu lusin baru kita proses," terang dia.

Soal desain kaus, ternyata di kalangan muda mudi kini tengah booming kaus bertuliskan kata-kata sindirian dengan awalan kata 'anti'. 

"Karena desain kan bisa dari pembeli. Nah sekarang banyak costumer terutama Jabodetabek yang mesen kaus dengan tulisan Anti. Misalnya Anti Revisi Revisi Club dan Anti Gunjing Gunjing Club," imbuh Angga. 

Kreator lain Cribo Inc, Zico menambahkan desain kaus dengan kata-kata dalam bahasa Jawa juga banyak digemari pelanggan mereka. 

"Selain mungkin lagi ngetren orang-orang yang anti sama revisian dan klub gosip. Banyak juga yang mesen kaus bertuliskan bahasa Jawa misalnya Mosok Aku Gendeng," imbuh dia. 

Baca Juga : Seniman Ini Buat Masker Berkarakter Facehugger di Film Alien, Bisa Cegah Covid-19?

Diakui Zico dan Angga usaha kaus kreatif mereka lebih banyak digemari pasar luar Malang. Lewat akun Instagram, @cribo.inc jumlah pengikut mereka sudah capai angka 40 ribu lebih. 

"Sejak kita mulai tahun 2015 sampai sekarang enggak tau malah banyak pembeli dari Jakarta, Medan, dan kota-kota lain luar Malang," ungkap Angga. 

Menurut ketiganya, desain kaus yang mereka tangani punya beberapa kelebihan yakni menggunakan teknik sablon polyflex karena lebih mudah, praktis, hemat waktu serta hemat biaya.

"Selain itu kita juga pakai teknik sablon DTG yaitu Direct To Garment. Nah, teknik ini pakai teknologi terbaru dengan mesin khusus," tambah Zico. 

Selain dua teknik sablon tersebut, mereka juga menerapkan standar khusus bagi bahan kaus.

"Kita enggak pesen kaus trus jahit gitu enggak. Tapi kita pakai produk dari import yang udah cukup familiar di kalangan anak muda yaitu Gildan dan Fruit of the Bloom," jelasnya. 

Disinggung soal tarif jasa desain kaus Cribo Inc, ketiganya mengulas senyum.

"Kalau harga dengan standar kaus dan sablon yang kita pakai start from Rp 85 ribu untuk sablon polyflex," tandas Zico. (*)