Pakar Psikolog Universitas Brawijaya (UB), Cleoputri Yusainy PhD (Foto: Muhammad Faishol/MalangTIMES)
Pakar Psikolog Universitas Brawijaya (UB), Cleoputri Yusainy PhD (Foto: Muhammad Faishol/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Angka bunuh diri di Indonesia sangat mengkhawatirkan, khusus di Kota Malang sendiri sudah ada sekitar empat mahasiswa yang bunuh diri dalam beberapa bulan terakhir. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kasus percintaan hingga masalah akademik. Ada bermacam-macam persoalan yang melilit pelaku bunuh diri.

Menanggapi hal ini, Pakar Psikolog Universitas Brawijaya (UB), Cleoputri Yusainy PhD, memiliki penilaiannya tersendiri.

Menurutnya, di Indonesia ini menurut data yang dia peroleh, jumlah penyakit jantung tiap tahunnya selalu menurun, sedangkan orang bunuh diri data setiap tahunnya selalu stagnan atau tetap. Meskipun orang yang bunuh diri tidak bertambah, namun hal ini jelas sangat mengkhawatirkan.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa penyakit lain penderitanya bisa turun sementara data orang bunuh diri tiap tahunnya masih tetap?,” ujarnya kepada MalangTIMES, Rabu (9/8/2017).

Penyebab orang melakukan bunuh diri, kata Cleo, bukan hanya faktor tunggal. Menurut dia, setidaknya ada empat hal yang bisa membuat orang melakukan hal-hal yang tidak masuk di nalar tersebut.

Pertama, ketika seseorang merasa ingin menghukum dirinya sendiri karena merasa gagal terhadap sesuatu. Kedua, lanjut Cleo, orang yang melakukan bunuh diri cenderung merasa tidak dihargai oleh lingkungan.

“Dua hal tadi banyak contohnya, diantaranya merasa usaha-usahanya gagal, tidak bisa melakukan sesuatu yang telah menjadi ekspektasinya (harapannya), dan masih banyak lainnya,” terangnya.

Untuk yang ketiga, masih kata Cleo, hal-hal yang berhubungan dengan emosi. Pelaku bunuh diri cenderung tidak bisa mengontrol emosinya, baik dalam keadaan marah ataupun kecewa. Terakhir, yang keempat adalah mengalami gangguan mental. Seperti depresi yang berlebihan dan dipolar (emosi yang meletup-letup).

“Antara faktor ketiga dan keempat itu beda, kalau nomor tiga bener-bener tidak bisa mengendalikan emosi, tapi kalau nomor empat memang ada kelainan dalam dirinya sehingga mengakibatkan emosinya selalu meletup-letup,” ungkapnya.

Namun, Cleo menegaskan, biasanya orang yang melakukan bunuh diri tidak hanya satu faktor yang mempengaruhi.

“Biasanya orang yang bunuh diri itu adalah kombinasi berbagai faktor yang mengelilinginya,” pungkasnya.