Ketua PPLP-PT PGRI Malang Soedjai saat memberi sambutan dalam pelantikan rektor Unikama periode 2017-2018, hari ini (7/8/2017) di Auditorium Multikultural Unikama. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTimes)
Ketua PPLP-PT PGRI Malang Soedjai saat memberi sambutan dalam pelantikan rektor Unikama periode 2017-2018, hari ini (7/8/2017) di Auditorium Multikultural Unikama. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTimes)

MALANGTIMES - Gejolak di internal kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) akibat suksesi rektor tahun ini terindikasi mengarah pada satu tokoh kunci yakni Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI Malang Soedjai.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, Soedjai yang memilik andil atas terpilihnya kembali Dr Pieter Sahertian MSi sebagai rektor periode 2017-2021.

Soedjai sendiri tidak menampik hal tersebut. "Keputusan pengangkatan atau pemberhentian rektor kan memang wewenang PPLP-PT. Apalagi kali ini ada kondisi urgent, kondisi khusus hingga muncul penunjukkan dari yayasan," ujar Soedjai.

Mengenai tidak terlibatnya Senat Unikama dalam proses penentuan rektor, Soedjai mengungkapkan bahwa kinerja senat tidak membuahkan hasil.

"Senatnya macet, tidak ada hasil, sudah molor jauh melebihi jadwal yang ditentukan. Ini kan nggak bisa dibiarkan, akhirnya PPLP-PT mengambil tindakan," tegasnya.

Berdasarkan jadwal dan tahapan pemilihan calon rektor, proses tersebut diawali pada 27 Maret dan berakhir pada 19 April.

Mulai dari sosialisasi pada nominator bakal calon rektor; seleksi administrasi; penetapan calon rektor oleh PPLP-PT; rapat senat; hingga rekapitulasi hasil pertimbangan senat menjadi calon terpilih.

"Kalau jadwal itu terlaksana, harusnya pelantikan dilakukan 8 Mei sesuai masa akhir jabatan rektor. Ternyata Agustus belum ada laporan," sesalnya.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

"Ada laporan tetapi keliru semua. Panitia Ad Hoc hanya menyerahkan nama-nama bakal calon, tetapi persyaratan tidak dipenuhi," tambahnya.

Soedjai juga mengaku tidak bertindak gegabah, melainkan sudah berkonsultasi pada PPLP-PT Provinsi Jawa Timur hingga pengurus pusat. "Intinya tidak ada prosedur yang salah," pungkasnya.

Silang sengkarut perebutan kursi rektor ini mencuat saat civitas akademika Unikama dikejutkan dengan kabar rencana pelantikan rektor periode 2017-2021 hari ini (7/8/2017).

Kabar tersebut menyebar melalui undangan kehadiran yang dikirim melalui SMS Center universitas. Pesan itu diterima serentak oleh segenap undangan sekitar pukul 09.41 kemarin (6/8/2017).

Sejumlah anggota Senat Unikama mempertanyakan pelantikan rektor yang ujug-ujug alias mendadak. Pasalnya sejumlah tahapan belum dilaksanakan Statuta Universitas yang berlaku di kampus dengan brand The Multiculture University itu.