Puisi Pendek (14)

Jul 30, 2017 12:03
Ilustrasi puisi pendek (istimewa)
Ilustrasi puisi pendek (istimewa)

*dd nana

Aksara Merajah Hari

: Kepala adalah ruang, semacam taman yang terkadang alpa dikunjungi. Ternyata segala yang di luar diri masih lebih memesona.

Baca Juga : KITAB INGATAN 101

Sering kita melancong ke ruang-ruang yang telah kita tandai terlebih dahulu. Lalu kita meringkasnya dalam ketukan-ketukan ritmis serupa gerimis. Setelahnya, aksara-aksara menangis, meminta untuk kembali ke muasalnya. Sunyi.

"Ah kau pewarta yang lupa isi kepala,"

Kembali ke mimpimu. Pintu yang pernah kau baca begitu khusyuk, lantas kau gambar dengan arang yang berjatuhan dari atap langit yang bara.

Tidak ada angin yang masuk di sini. Hanya kau, pintu, arang dan lukisan-lukisan hitam. "Kau tak sudi lahirkan aku di sini, pewarta,"ucap aksara kepada lelaki yang pernah membelah tubuhnya menjadi dua. Agar tak ganjil, agar sepi bisa menepi di bagian liat tubuhmu yang lain.

"Tapi kau tak mau lahirkan aku di sini,"tegur aksara.

Aku butuh mimpi dan pintu untuk kembali. Aku butuh detak dan belukar aroma tubuhku yang hilang. Aku butuh sesuatu yang bukan aksara saat ini. Karena gelap ternyata lebih benderang dari cahaya dari aksara.

-Sejak itu, tidak ada lagi sajak.

Sejak itu segala di luar diri memesona jemari menari diatas sisa belulang sejarah. Dan mimpi tak lagi kau kunjungi. 

Baca Juga : KITAB INGATAN 100

Sepi di kepalamu menunggu, serupa gua yang menantimu sebelum kau terbangun di ranting-ranting surga aksara.

"Kita lahir dari kegelapan paling cahaya menuju kepala-kepala. Sempurnamu karena aku, aksara,"

Lelaki itu putus asa dengan segala peristiwa, kata-kata serupa lorong-lorong yang mengajaknya masturbasi. Ia ingin bunuh diri untuk kembali ke sunyi aksara. 

-Para pewarta yang kosong matanya jelma debu-debu dalam ringkih raga aksara.

Mereka merangkum peristiwa yang selalu ditandainya sejak pagi, alpa atas yang sejati di dalam diri di dalam kepala yang menanti untuk dikunjungi, lagi.

:Aku, lupa siapa diri sendiri.

Topik
sastrapuisicinta

Berita Lainnya

Berita

Terbaru