Tersangka AW saat diperiksa di Mapolres Malang karena pencabulan anak di bawah umur. (Nana)
Tersangka AW saat diperiksa di Mapolres Malang karena pencabulan anak di bawah umur. (Nana)

MALANGTIMES - Lugunya pelajar kelas IX salah satu SMP di Kecamatan Dampit, sebut saja Bunga (15), dimanfaatkan dengan tidak bertanggung jawab oleh AW (24), warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu memanfaatkan keluguan Bunga untuk memenuhi hawa nafsu seksualnya.

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Tidak hanya sekali AW 'memakai' kemolekan tubuh Bunga yang menurut pengakuannya telah menjalin kisah asmara dengannya selama tiga bulan itu. Dia sampai lima kali berhubungan badan dengan Bunga.

"Dia pacar saya dan kami melakukan persetubuhan atas dasar suka sama suka,"kata AW yang kini harus meringkuk di tahanan Mapolres Malang, Jumat (28/07).

Kisah asmara kedua insan tersebut dimulai dari perkenalan via handphone yang terus berlanjut dan akhirnya pada Sabtu (15/07) lalu, tersangka yang dikenakan pasal pencabulan ini melakukan kopi darat. AW menjemput Bunga di dekat sekolahnya, lantas mengajaknya ke rumah kosong. Kondisi inilah yang dimanfaatkan tersangka untuk melancarkan serangan mautnya yang membobol pertahanan bunga. Bunga yang masih di bawah umur menyerah dengan keinginan AW yang setelah menyetubuhinya mengiming-imingi akan menikahinya.

Merasa Bunga sudah dalam kekuasaannya, AW semakin memanjakan hasrat seksualnya. Enam hari Bunga disekap di rumahnya dan korban digaulinya sebanyak lima kali. Bahkan AW menyatakan, sebelum menyetubuhi, Bunga diajak menonton film porno bersama.

Kelakuan AW yang tetap bersikeras atas dasar suka sama suka ini terungkap saat orang tua Bunga yang kebingungan atas keberadaan anaknya mulai mencarinya ke beberapa teman dan saudaranya. Dari hasil pencarian tersebut, akhirnya orang tua Bunga mengetahui keberadaan anaknya yang berada di rumah AW.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

"Dari penuturan orang tua korban, akhirnya bersama keluarganya. mereka menggerebek rumah tersangka," ujar Iptu Sutiyo, kanit UPPA Polres Malang. 

Keluarga korban yang tidak terima perlakuan AW akhirnya membawa persoalan ini ke Mapolres Malang dan melaporkan kasusnya untuk ditindaklanjuti kepolisian.

Tersangka dikenakan pasal 81 Junto 76 D dan pasal 82 junto 76 E Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. "Tersangka diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkas Sutiyo. (*)