MALANGTIMES - Genderang perang terhadap bandar dan pengedar narkoba yang terus ditabuh di Kabupaten Malang oleh berbagai pihak, baik kepolisian, pemerintahan, Badan Narkotika Nasional (BNN) membuahkan hasil cukup menggembirakan.

Masyarakat menyambutnya secara positif, terutama bagi para pecandu atau keluarga korban narkoba yang dengan sadar melaporkan diri ke BNN dalam upaya rehabilitasi.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang tercatat pecandu atau korban narkoba sejumlah 185 orang di tahun 2016, kini yang telah direhabilitasi mencapai 40 orang.

"Ada peningkatan kesadaran masyarakat walaupun masih belum menyeluruh," kata AKBP I Made Arjana, Kepala BNN Kabupaten Malang, Jumat (21/07) di Kantor BNN Kabupaten Malang, Pakisaji.

Walau telah mulai tumbuh kesadaran melapor, bahaya narkoba yang menyeruak semakin membuat miris dalam pola penjualan dan target sasarannya, yaitu merambah kepada kalangan pelajar.

Tercatat di tahun 2017, pecandu atau korban narkoba di Kabupaten Malang mencapai 60 persen berasal dari kalangan remaja dengan usia 15-20 tahun. Sisanya adalah pecandu usia di atas 20 tahun. 

Data tersebut, menurut Made Arjana merupakan data jumlah pecandu yang dengan kesadarannya melaporkan diri dan berobat kepada BNN dan pelayanan kesehatan lain yang ada di Kabupaten Malang.

"Narkoba itu serupa fenomena gunung es, tampak kecil di luar tapi di bawahnya besar dan tidak terlihat," ujar Kepala BNN Kabupaten Malang kelahiran Bali ini.

Artinya, data yang tercatat di BNN Kabupaten Malang hanya bagian kecil dari fenomena gunung es tersebut. Bertolok dari hal tersebut BNN Kabupaten Malang sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba, khususnya di kalangan pelajar, terus mengintensifkan berbagai kegiatan melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) baik di dalam ruang maupun di luar ruang.

Made Arjana menjelaskan, yang dimaksud KIE di dalam ruang adalah kegiatan yang menyasar kalangan pegawai pemerintahan, karyawan swasta, masyarakat umum dan pelajar di berbagai tingkat sekolah.

"Total kegiatan KIE di dalam ruangan yang sudah kita lakukan sekitar 114 kegiatan dengan peserta keseluruhan 48.220 orang," terangnya.

Sedangkan KIE di luar adalah kegiatan sosialisasi dan imbauan serta larangan BNN Kabupaten Malang melalui pemasangan baliho, banner, videotron maupun penempelan stiker di kendaraan.

Menurut Made Arjana, untuk lebih memfokuskan KIE kepada para pelajar sebagai target terbesar para pengedar narkoba, BNN Kabupaten Malang akan membentuk Duta Anti Narkoba Remaja yang kini telah memasuki tahap grand final dalam penyuluhan.

"Remaja yang terus dijadikan korban narkotika, akan lebih terbuka dalam komunikasi, edukasinya bila yang menyampaikannya juga remaja," ujarnya.