Kepalq Seksi Promosi Dinas Pariwisata Kota Malang Agung Harjana Buwana (Foto: Hezza Sukmasita/MALANGTIMES)
Kepalq Seksi Promosi Dinas Pariwisata Kota Malang Agung Harjana Buwana (Foto: Hezza Sukmasita/MALANGTIMES)

MALANGTIMES- Indonesia City Expo 2017 yang digelar di halaman Stadion Gajayana dinilai berhasil dan berjalan dengan lancar. Sebab, dalam sehari dari expo ini mereka berhasil meraup omset hingga 100 juta rupiah. 

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata Kota Malang Agung Harjana Buwana menjelaskan nominal tersebut merupakan perhitungan dari jumlah stan yang menjadi peserta. 

"Di sini ada 80 stan dalam sehari mereka minimal omsetnya 1,5 juta rupiah. Kalikan saja sudah lebih dari 100 juta sehari. Nah, exponya empat hari tinggal dikalikan saja, selama expo bisa meraup hingga 400 juta rupiah," terang Agung. 

Hal ini juga ditunjang dengan animo masyarakat yang sangat baik. Dalam sehari sedikitnya 5.000 pengunjung memadati arena expo untuk melihat-melihat atau bahkan sengaja mencari barang incaran dari daerah lain. 

Baginya, nominal rupiah bukan menjadi hal utama pada even tersebut, melainkan keberlanjutan pengenalan potensi daerah masing-masing setelah pengunjung membeli barang tertentu. 

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

Lebih lanjut, Agung menjelaskan keberkahan dihelatnya Rakernas APEKSI 2017 di Kota Malang tidak hanya dinikmati peserta APEKSI saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat Kota Malang.

"Expo tidak hanya sebagai sarana jual beli tapi juga sebagai sarana belajar, bertukar informasi dan sarana promosi daerah. Ini sangat dimanfaatkan sekali oleh peserta APEKSI," lanjutnya. 

Hingga hari ketiga digelarnya Indonesia City Expo 2017 pernak- pernik souvenir dan kerajinan tangan masih menjadi barang yang paling laris. Menyusul makanan dan pernak-pernik dari industri kecil seperti kopi dan batik.