Dites dengan Carbon Dioxine, Abah Anton Jadi Termotivasi Berolahraga Rutin

MALANGTIMES - Setelah membuka Indonesia City Expo 2017 di halaman Stadion Gajayana, Rabu (19/7) lalu Wali Kota Malang H Moch Anton tidak langsung meninggalkan arena expo begitu saja. Dia menyempatkam berkeliling melihat stand-stand peserta expo. 

Sesekali dia bercengkrama dengan penjaga stand, mencoba makanan yang dijual, hingga mencoba benda-benda unik yang ada di sana dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Hj Dewi Farida Suryani. 

Tiba di depan stand Kota Palembang, seorang pria menawarkan Abah Anton sebuah alat untuk melihat kondisi karbon dioksida (CO2) dalam paru-paru. Dengan arahan yang diberikan pria tersebut, Abah Anton tak segan mencobanya. 

"Ini bagaimana caranya?," tanya Anton kepada sang petugas.

Petugas itu memberikan sebuah sedotan khusus yang disambungkannya dengan alat bernama Carbon Dioxide meter yang dibawanya. "Abah, silahkan ditiup yang panjang ya sampai alatnya bunyi," ujar pria tersebut. 

Abah pun mengikuti instruksi dari pemegang alat. Alat berbunyi dan pada numbering digital tertulis angka 13 ppm. Artinya, di dalam paru-paru Abah Anton terkandung cukup banyak CO2.

Normalnya, kandungan CO2 dalam paru-paru berkisar 6-10 ppm. Menurut petugas yang membantu Abah Anton melakukan tes, banyaknya kadar CO2 bisa disebabkan karena perokok aktif maupun pasif. 

"Wah, terus saya harus gimana dong?," tanya Anton terkejut melihat hasilnya. 

Petugas pun menyarankan suami Hj Dewi Farida Suryani ini untuk melakukan olahraga setiap hari selama kurang lebih 30 menit saja. Anton pun berlalu dengan lega sebab mengetahui masih ada solusi untuk membuat tubuhnya tetap sehat meski padat agenda pemerintahan. 

"Ya, terima kasih informasi dan sarannya," ujarnya sambil menjabat tangan sang petugas. 

Top