Carut Marut Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (4)

Sekolah Akui Kesalahan, Anak Tukang Parkir Itu Akhirnya Diterima di SMPN 12 Malang

Jul 19, 2017 16:13
Bayu yang sebelumnya tidak diterima di SMP 12, Saat ini sudah diterima(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Bayu yang sebelumnya tidak diterima di SMP 12, Saat ini sudah diterima(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah diberitakan MalangTIMES (JatimTIMES Network), Rabu (18/7/2017) malam akhirnya  Rizky Agung Bayu Saputra, anak seorang tukang parkir yang ditolak masuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kota Malang dengan dalih kursinya sudah diisi siswa lain akhirnya bisa bernafas lega.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Bayu, begitu ia biasa disapa,  secara resmi diterima di sekolah tersebut setelah dilakukan mediasi antara Muhammad Saiful, ayah Bayu dengan Samsul Arifin Kepala SMPN 12 Kota didampingi Jaringan Aliansi Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) di sekolah setempat, Rabu (19/7/2017) sekitar pukul 12.00 WIB.  

Mediasi dilakukan untuk menyamakan persepsi dan cross check  data siswa yang diterima di sekolah tersebut. Hasilnya, pihak sekolah mengakui ada salah komunikasi (miskomunikasi) antara pihak pimpinan tertinggi di sekolah tersebut dengan bagian kesiswaan. 

Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Malang Samsul Arifin mengatakan  sebenarnya Bayu sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Malang karena masuk kategori calon siswa dari keluarga prasejahtera. Namun, karena keterbatasan tempat pihak sekolah menyeleksi siswa yang masuk kategori tersebut sesuai kuota yang tersedia. 

"Setelah ini, Bayu  memang sudah bisa masuk di sekolah ini dan melakukan proses selanjutnya bersama dua temannya," jelasnya ketika ditemui MalangTIMES usai melakukan pertemuan dengan JKJT

"Karena keterbatasan tempat itu, mau tidak mau ada seleksi. Namun seleksi sendiri tidaklah salah, karena memang ada dasar hukumnya yakni Peraturan Menteri Pendidikan (Permendiknas) RI. Ada pagu, kalau diterima semuanya, tanpa batasan-batasan tertentu bisa jadi sekolah ini disebut penampungan bukan sekolah umum. Padahal ada visi misi di lembaga ini dan ada capaian yang ingin dituju," ungkapnya, Rabu (19/7/2017).

Namun demikian, lanjutnya, dengan kasus ini pihaknya  memperoleh pengalaman baru bahwa memang seharusnya siswa seperti Bayu ini dibela dan kasus serupa tidak boleh terjadi lagi. 

"Sebenarnya kami selalu welcome, meskipun dibatasi regulasi, dan intinya kami  mengakui kemarin memang ada miskomunikasi," jelasnya.

Sementara, saat diwawancarai MalangTIMES Bayu mengaku sangat senang sekali akhirnya bisa diterima di SMPN 12. Dengan wajah polos ia berjanji akan belajar dengan serius.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

"Saya senang sekali, saya akan belajar dengaan serius," ujarnya singkat sambil tersenyum malu.

Relawan JKJT Agustinus Tedja, Bayu siswa yang sebelumnya ditolak kini sudah diterima, Kepala Sekolah SMPN 12 Malang Samsul Arifin

Seperti diberitakan MalangTIMES, dua video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Agustinus Tedja semakin viral di media sosial dan menjadi bahasan banyak orang setelah diberitakan MalangTIMES (JatimTIMES Network), media berjejaring terbesar di Indonesia.

Banyak netizen yang menyampaikan dukungan dan komentar beragam yang dibagikan kepada ratusan grup facebook dan media sosial lain yang sebagian besar berharap agar kasus yang terjadi pada Bayu tidak terulang lagi di Kota Malang dan daerah lain.

Kasus seorang anak dari keluarga tidak mampu yang ingin bersekolah di lembaga yang diidamkan namun harus gigit jari lantaran tidak memiliki akses yang kuat dengan manajemen sekolah atau Dinas Pendidikan. Padahal, sebelumnya ia dinyatakan diterima di sekolah yang dimaksud.

Bayu seperti diuraikan pada berita MalangTIMES sebelumnya hanya bisa menangis tersedu-sedu saat datang ke sekolah namun ditolak dengan dalih kursi yang menjadi haknya sudah ditempati siswa lain dari golongan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). 

Dua video yang menggembarkan suasana hati seorang anak tukang parkir ini lalu mendapat apresiasi ratusan ribu netizen yang sebagian juga mengecam pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang yang dianggap tidak berpihak pada pemenuhan hak-hak anak tidak mampu sesuai ketentuan undang-undang. 

Topik
Anak Tukang ParkirSMPN 12 MalangKota MalangPenerimaan Siswa Baru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru