Carut Marut Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (2)

Kepala SMPN 12 Malang : Video Itu Tidak Benar, Saya akan Beber Data Siswa yang Diterima

SMPN 12 Kota Malang (Foto : Istimewa)
SMPN 12 Kota Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Kepala SMPN 12 Kota Malang, Samsul Arifin dengan tegas membantah kabar bahwa ada calon siswanya yang namanya tercantum sudah diterima, namun kursinya digantikan calon siswa dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Bantahan ini merespons beredarnya dua video yang sedang viral di Facebook. Video tersebut  memperlihatkan seorang anak berseragam Sekolah Dasar (SD) yang tampak menangis karena namanya yang awal tercantum diterima di SMPN 12 Malang namun saat akan masuk kelas ditolak dengan dalih kursinya sudah terisi dengan siswa lain.

Video tersebut menurutnya sama sekali tidak benar karena proses penerimaan siswa baru di lembaga yang dipimpinnya berjalan dengan baik dan semua persoalan termasuk komplain dari wali murid dapat diselesaikan dengan tuntas.

Saat dikonfirmasi MalangTIMES, Samsul Arifin bahkan mengaku berani membeberkan seluruh data siswa yang diterima di sekolah yang beralamat di Jalan S. Supriyadi Nomor 49, Sukun tersebut sebagai penegasan bahwa keterangan dalam postingan facebook bernama Agustinus Tedja beserta keterangan anak dalam video yang diunggahnya tidak benar.

"Video yang diunggah ke Facebook oleh akun bernama Agustinus Tedja itu tidak benar mas. Saya langsung kaget dan terkejut usai melihat video itu. Jika itu benar akan saya hadapi secara profesional dan saya pasti siap bertanggungjawab," bantah Samsul  saat dikonfirmasi MalangTIMES, Selasa (18/7/2017) sore.

"Itu bukan siswa SMPN 12 Kota Malang. Kami tidak pernah menolak siswa yang sudah jelas-jelas diterima di sekolah kami. Saya akan klarifikasi kebenaran informasi dan video tersebut kepada pemilik akun. Kalau ingin bukti yang riil, saya akan tunjukkan data-data nama siswa yang sudah masuk di sekolah kami," imbuh  pria 53 tahun ini.

Dirinya juga mengaku siap bertemu dengan anak yang bersangkutan dan akan memberi arahan yang semestinya.

Dia tidak ingin proses penerimaan peserta didik baru yang berjalan ini ternodai oleh kabar yang tersebar di media sosial yang menurutnya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Saya terus terang berjuang semaksimal mungkin agar lembaga yang saya pimpin berjalan sesuai visi misi Malang sebagai Kota Pendidikan. Kok tiba-tiba muncul informasi seperti itu saya kaget. Tapi ini sesuatu yang harus saya hadapi dan persoalan ini akan segera saya selesaikan,” jelasnya.

Andaikan data itu benar karena mungkin salah tulis maka dirinya pasti siap dengan segala konsekuensinya bertanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi di sekolah itu. 

“Kabar ini harus ditelusuri  kebenaran datanya,” tegas pria yang baru menjabat 6 bulan sebagai Kepala SMPN 12 Kota Malang ini.

Samsul menjelaskan penerimaan siswa di SMPN 12 Kota Malang melalui empat jalur. Pertama jalur prestasi, namun sekolahnya  tidak mendapat calon siswa pada jalur ini.

Kedua jalur Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).  Dia menjelaskan pendaftar di jalur ini kuotanya terpenuhi dan semuanya  sudah mendaftar ulang.

Ketiga jalur online.  Untuk jalur ini semua kuota juga sudah terpenuhi dan semua calon siswa sudah mendaftar ulang.

Terakhir, jalur wilayah yang terbagi menjadi dua yaitu prasejahtera dan biasa. Untuk jalur wilayah ini ada satu calon siswa asal Gadang yang belum mendaftar ulang, tapi pihaknya mengaku sudah melaporkannya ke Dinas Pendidikan Kota Malang.

"Nama siswa yang belum mendaftar ulang itu saya lupa. Kalau total siswa yang diterima di SMPN 12 Kota Malang ada 256 siswa," pungkasnya.

 

Editor :
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top